Museum Al-Qur'an Al-Akbar Palembang Jadi Primadona Wisata Religi Selama Musim Libur Sekolah
Moch Krisna July 02, 2026 10:32 PM

 

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Selama libur sekolah, Bayt Al-Quran Al-Akbar (Museum Al-Qur'an Raksasa) di Gandus, Palembang masih menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk melihat Al-Qur'an terbesar di dunia yang diukir pada 630 lembar kayu tembesu itu.

Museum Al-Qur'an Al-Akbar sendiri terletak di Jalan Moh. Amin, Gandus, Kec. Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Al-Qur'an yang setiap lembarnya setinggi 1,77 meter dan lebar 1,40 meter ini dinobatkan oleh MURI dan menjadi ikon wisata spiritual yang sangat populer di Kota Palembang khususnya.

Menjadi salah satu ikon wisata religi di Kota Palembang, Museum Al-Qur'an Al-Akbar tidak pernah sepi dari para pengunjung yang menikmati wisata religi.

"Kalau rata-rata pengunjung itu dalam satu hari bisa sampai 500, apalagi di weekend bisa sampai 1.000-an. Kalau yang datang itu 40 bus, sudah berapa itu," ujar Syarkoni, seorang pemandu wisata (tour guide) Museum Al-Qur'an Al-Akbar saat dijumpai di lokasi pada Kamis (2/7/2026).

Syarkoni juga mengungkapkan, selain para pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar belakang Al-Qur'an terbesar di dunia, mereka juga dapat berbelanja. Barang-barang yang dijual seperti madu, kacang Arab, pakaian hijab, hingga mukena dapat ditemukan di dalam Museum Al-Qur'an Al-Akbar.

Museum Al-Qur'an Al-Akbar juga menyediakan ruang ilustrasi seperti ruang surga dan neraka, di mana para pengunjung dapat melihat ilustrasi jika manusia berada di liang lahat.

Sedangkan untuk ruang surga itu dihiasi dengan gambar-gambar yang menyejukkan seperti pepohonan yang hijau, air yang jernih, hingga pegunungan.

"Kita punya jargon 'Anda belanja Anda beramal'. Karena kita mandiri, jadi gaji-gaji pekerja di sini dari uang parkir, uang kebersihan, dan tiket karcis," ujarnya.

Selain itu, di setiap lorong ada UMKM yang menyediakan oleh-oleh bagi para wisatawan untuk dibawa pulang.

"Karena masih banyak masyarakat di luar Palembang yang berkunjung seperti Madura, Pulau Jawa, bahkan terkadang ada yang dari luar Indonesia (orang timur) yang berkunjung di sini," ucapnya.

Ia juga berterima kasih kepada mantan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Walikota Palembang karena telah memperbaiki jalan sehingga akses ke Museum Al-Qur'an Al-Akbar menjadi mudah.

"Untuk para pengunjung yang hendak masuk, untuk dewasa Rp20 ribu dan untuk anak-anak Rp15 ribu untuk satu orang. Sedangkan bagi non-muslim bisa berkunjung namun harus menaati peraturan dengan mengenakan hijab, namun jika tidak bersedia bisa menunggu di luar," tutupnya.

Untuk Museum Al-Qur'an Al-Akbar sendiri buka setiap hari pukul 09.00 - 17.00 WIB.

Salah satu pengunjung dari Payakumbuh, Padang, Uni mengungkapkan, ia berlibur ke rumah menantunya dan diajak berlibur ke Museum Al-Qur'an Al-Akbar yang baru pertama kali dilihatnya.

"Di sini selain kita bisa berfoto dan mengabadikan momen bersama keluarga, juga bisa belajar tentang edukasi siksa kubur," ujar Uni.

Ia juga mengungkapkan ini menjadi momen yang tidak terlupakan. Selain bisa berlibur bersama anak dan cucu, Museum Al-Qur'an Al-Akbar juga menyediakan berbagai produk UMKM yang jarang ditemui di pasaran.

"Seperti cokelat kerikil, kacang Arab, itu kan jarang ya di pasaran. Seru pokoknya, ayo cobain Museum Al-Qur'an Al-Akbar," tutupnya.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.