SURYA.co.id, BLITAR – Aksi pembagian ribuan burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026), sempat mengundang tanda tanya.
Ratusan warga yang datang sejak pagi bahkan mengira informasi tersebut hanyalah prank karena burung puyuh yang dijanjikan tak kunjung tiba.
Namun, setelah penantian berjam-jam, ribuan burung puyuh akhirnya tiba sekitar pukul 11.15 WIB dan mulai dibagikan kepada masyarakat.
Di balik aksi sosial tersebut, muncul sosok Arif Fuadi yang disebut sebagai penggagas kegiatan sekaligus penyebar informasi pembagian puyuh gratis.
Sekitar 2.400 ekor burung puyuh dibagikan kepada warga. Setiap orang memperoleh lima ekor secara cuma-cuma.
Nama Arif Fuadi mencuat setelah sejumlah warga dan rekannya menyebut dirinya sebagai pihak yang menginisiasi pembagian burung puyuh gratis di Desa Jambewangi.
Meski demikian, saat warga memadati lokasi pembagian, Arif justru tidak berada di Blitar. Berdasarkan informasi yang beredar, ia sedang berada di rumah istrinya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Teman Arif, Lukman, mengaku telah diminta membantu proses pembagian sejak sehari sebelumnya.
"Kemarin saya dihubungi Arif, diminta ikut membantu membagikan burung puyuh gratis ke warga. Infonya hanya pembagian burung puyuh saja," katanya.
Lukman mengatakan, Arif memperoleh burung puyuh tersebut dari seorang peternak di Pasuruan yang mengalami kebangkrutan sehingga populasi ternaknya harus dikurangi.
"Tapi, sampai pukul 10.30 WIB burung puyuhnya belum datang. Rencananya, pembagian mulai pukul 09.00 WIB," ujarnya.
Saat dihubungi karena banyak warga mulai menunggu di lokasi, Arif menyampaikan bahwa kendaraan pengangkut burung puyuh masih dalam perjalanan menuju Blitar.
"Katanya sudah sampai Kesamben, tapi sampai sekarang belum datang. Arif bilang pembagiannya diundur habis dzuhur," kata Lukman.
Sebelum burung puyuh tiba, ratusan warga sudah lebih dahulu memenuhi lokasi pembagian sejak pukul 07.00 WIB. Mereka datang setelah melihat flayer yang beredar luas di media sosial.
Dalam flayer tersebut disebutkan akan ada pembagian ayam horn, ayam broiler, dan ribuan burung puyuh gratis di CV Bintang Unggas, Dusun Krajan, Desa Jambewangi.
Kegiatan itu disebut sebagai bentuk protes para peternak terhadap kenaikan harga pakan dan rendahnya harga telur yang menyebabkan kerugian sehingga dilakukan pengurangan populasi atau afkir ayam maupun puyuh.
Namun hingga lewat pukul 10.30 WIB, pembagian belum juga dimulai. Di lokasi hanya terlihat beberapa boks berisi sekitar 150 ekor burung puyuh.
Kondisi tersebut membuat banyak warga mulai meragukan kebenaran informasi yang beredar.
"Saya tadi tahu info bagi-bagi ayam dan burung puyuh dari media sosial. Saya datang ke sini untuk memastikan info itu," kata Reviandra, warga Desa Jambewangi.
"Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah banyak yang datang. Ada ratusan warga yang datang ke sini. Tapi tidak ada pembagian ayam dan puyuh gratis. Awalnya warga mengira kena prank," ujarnya.
Warga lain, Hartini, juga mengaku datang setelah mendapat informasi dari tetangganya.
"Saya tahu info ini dari tetangga. Saya ikut ke sini untuk mendapat ayam dan puyuh gratis. Tapi di sini tidak ada pembagian ayam dan puyuh gratis. Ya, mungkin belum rezeki," katanya.
Penantian warga akhirnya terbayar ketika kendaraan pengangkut burung puyuh tiba sekitar pukul 11.15 WIB.
Salah satu penerima, Lia, mengatakan sempat pulang karena burung puyuh belum datang saat pagi hari.
"Info awal yang dibagikan ayam dan puyuh. Ini tadi yang dibagikan hanya puyuh, ayamnya tidak ada. Saya dapat lima ekor burung puyuh," kata Lia.
Ia mengaku sudah datang sejak pagi, tetapi kembali ke rumah setelah pembagian belum dimulai.
"Tadi pagi sudah banyak warga yang datang ke lokasi. Tapi, barang yang dibagikan belum ada. Saya sempat pulang dulu dan baru balik lagi ke sini setelah mendapat kabar puyuhnya datang," ujarnya.
Secara keseluruhan sekitar 2.400 ekor burung puyuh berhasil dibagikan kepada masyarakat, dengan masing-masing warga menerima lima ekor.
Menurutnya, koordinasi penting dilakukan agar pemerintah desa bersama aparat keamanan dapat membantu mengatur jalannya kegiatan sehingga berlangsung aman dan tertib.
Teguh menegaskan pemerintah desa tidak mempermasalahkan adanya kegiatan sosial, namun berharap setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar dikomunikasikan terlebih dahulu.
"Saya tadi dilapori masyarakat soal kegiatan ini. Saya datang ke sini, karena ini warga saya, saya amankan supaya kegiatan tertib dan benar. Cerita awalnya seperti apa saya tidak tahu," ujarnya.
Ia juga menyayangkan karena penyelenggara tidak berada di lokasi saat kegiatan berlangsung.
"Yang punya hajat orangnya malah tidak ada di sini, sedang di Jawa Tengah. Saya juga tidak bisa bicara dengan penyelenggara. Saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan," katanya.
Dikutip dari laman resminya, Bintang unggas adalah sebuah usaha online yang memberikan informasi update harga telur Blitar, update harga ayam broiler dan rekap harga telur online se-Indonesia.
Kantor Bintang unggas beralamat di RT.01/RW.01, Dusun Krajan, Jambewangi, Kec. Selopuro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur 66184
Bintang Unggas berdiri sejak tahun Maret 2018. Bintang Unggas memberikan informasi harga Terkini terupdate dan terlengkap informasinya sesuai dengan transaksi d lapangan.
FOTO/Samsul Hadi
BAGI PUYUH GRATIS: Warga mengantre mendapatkan burung puyuh gratis dari peternak di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026).