KEPALA DAERAH yang Terjaring OTT KPK Diperiksa di Polrestabes Medan Sebelum Diterbangkan ke Jakarta
Tommy Simatupang July 03, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala daerah yang terjaring OTT KPK telah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan, Kamis (2/7/2026). 

Kepala daerah itu disebut-sebut seorang bupati di Sumut. KPK belum memberikan keterangan terkait operasi yang dilakukan di Lubukpakam ini. 

Seperti diketahui, KPK menggelar OTT diduga terkait fee proyek di Sumut. 

Kepala darah itu ditangkap saat menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Gedung Aula Institut Kesehatan Medistra (IKM) Lubuk Pakam, Deliserdang. Acara APKASI ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Sumut. 

Berdasarkan informasi, sebelum penangkapan kepala daerah, KPK sudah menangkap satu orang di Binjai. 

Selanjutnya, dari yang bersangkutan tim kembali melakukan pengembangan ke Kota Medan dan mengamankan satu orang lainnya di Kabupaten Deliserdang. 

Usai mengamankan dua orang target operasi, dikabarkan tim KPK membawa keduanya ke Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pantauan www.tribun-medan.com, di Polrestabes Medan tampak suasana masih cukup landai.

Di sejumlah tempat parkir, tampak kendaraan yang terparkir juga merupakan mobil dinas dan pribadi milik PJU Polrestabes Medan.

Sementara kendaraan yang tak biasa mulai dari jenis hingga plat nomor luar kota, tampak tak berada di area parkir. 

Namun begitu, santer informasi yang membenarkan jika KPK melakukan pemeriksaan dua orang tersebut di Polrestabes Medan.

Dimana, tampak sejumlah awak media masih menunggu informasi pasti terkait pemeriksaan ini. 

"Infonya gitu (pemeriksaan KPK), inilah kita masih nunggu," ujar salah satu awak media, Amar.

Namun begitu, sejauh ini belum didapatkan keterangan dari Polrestabes Medan maupun tim KPK terkait kasus ini.

Operasi Senyap Sebelum Makan Durian

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan di acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Gedung Aula Institut Kesehatan Medistra (IKM) Lubuk Pakam, Deliserdang berlangsung senyap.

Sejumlah kepala daerah yang hadir tak menyadari bahwa satu rekan sejabatannya diciduk KPK dan dibawa ke Polrestabes Medan, Kamis (2/7/2026). 

Sebuah kabar menyebutkan bahwa KPK melakukan OTT di Sumut. OTT ini membuat heboh lantaran dilakukan di acara APKASI. 

Penangkapan itu diketahui setelah makan durian bersama.

Kepala daerah yang ditangkap itu tiba-tiba tidak kelihatan dan menimbulkan pertanyaan. 

Saat operasi senyap itu bergulir, rangkaian acara formal di dalam  Lubuk Pakam bahkan masih terus berjalan.

"Jadi setelah acara di aula selesai, Bupati Deliserdang menjamu para bupati lain untuk makan durian bersama di tempat makan yang berada di depan Kantor Bupati.

Nah, pas sudah berkumpul di situ, barulah muncul pembicaraan hangat soal penangkapan ini.

Ada yang bilang (Bupati) Langkat coba dicari ke mana, infonya kepegang tiga huruf (diamankan KPK)," kata seorang pejabat di lingkungan Pemkab Deli Serdang yang identitasnya enggan dipublikasikan.

Sumber tersebut menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan diskusi di Aula IKM sebenarnya sudah rampung sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah itu, agenda santai berupa jamuan makan durian bersama dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun, hingga acara santai tersebut berakhir, tidak ada satupun pejabat maupun perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Langkat yang menampakkan diri di lokasi jamuan, yang semakin memperkuat spekulasi miring di kalangan pejabat yang hadir.

Meski demikian, rumor yang berkembang kuat di lapangan mengindikasikan bahwa penangkapan kepala daerah ini merupakan hasil pengembangan dari operasi senyap yang sebelumnya telah lebih dulu dilakukan tim penindak KPK di wilayah Kota Binjai.

Sebelumnya juga beredar kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Binjai, Kamis (2/7/2026).

Belum diketahui persis OTT berkaitan dengan kasus apa. 

Namun kabarnya, diduga berkaitan dengan fee proyek. 

Informasi yang dirangkum wartawan, sejumlah pihak yang diamankan berasal dari Kabupaten Langkat, meski operasi dilakukan di Kota Binjai.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Langkat, Wahyudianto, belum dapat berkomentar panjang. 

"Kami belum mendapat informasi resmi," ujar Wahyu. 

Pengembangan yang dilakukan juga menyasar sampai ke Kota Medan. 

Saat ini, terhadap sejumlah pihak diduga masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Polda Sumut.

Kabar berembus, terduga yang diamankan dari rekanan dan mantan anggota DPRD Sumut.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan belum merespon.

Pesan singkat yang dilayangkan wartawan terkait OTT itupun belum dibalasnya. 

(mns/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.