Randi Tak Bisa Antar Kakak Kerja dan Adik Kuliah, 2 Maling Curi Motornya di Simokerto Surabaya
Dyan Rekohadi July 02, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aksi nekat komplotan maling terekam kamera pengawas saat menggasak sepeda motor milik karyawan perusahaan pembiayaan di kawasan permukiman padat Jalan Simokerto Gang 2, Simokerto, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (2/7/2026) pagi.

Peristiwa kriminalitas itu menimpa Ahmad Randi Syah Putra (23) yang harus kehilangan kendaraan operasional penting keluarganya.

Nahas, meski aksi kejahatan itu sempat dipergoki oleh kerabat korban, pelaku dengan sangat cepat melarikan diri ke arah gang yang sepi.

Baca juga: Tim Jatanras Polda Jatim Sikat 222 Bandit Jalanan, Intip Modus Unik Maling Motor Pakai Mobil Minibus

 

Teriakan yang Terlambat


Korban Randi menceritakan, dirinya baru menyadari motor hilang dicuri komplotan maling berjumlah dua orang setelah mendengar kegaduhan dari beberapa orang kerabatnya di depan rumah.

Salah satu keluarga yang berada di lantai atas rumah sebenarnya melihat gerak-gerik mencurigakan dari dua pria misterius itu.

Saksi mata itu langsung berteriak sekencang mungkin memanggil warga, namun kedua pelaku langsung tancap gas menyusuri jalanan kampung yang lengang.

"Saudara saya mengetahui kejadian tersebut dan teriak; hee maling maling. Tapi karena saudara posisi di lantai 2 rumah tidak sempat mengejar pelaku," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, satu pelaku tampak memakai jaket hitam tanpa helm, sedangkan rekannya memakai kemeja kuning oranye.

"Pelaku terekam CCTV kampung didepan Pos gerbang 1 pintu sekitar 05.42 berhasil menggondol unit motor milik saya," katanya.

Baca juga: Gerak Cepat, Pelaku Curanmor di Tambak Wedi Surabaya Tak Berkutik Dalam Sehari

 

Fasilitas Kuliah Adik Melayang


Akibat insiden pencurian motor itu, korban kini harus menanggung kerugian material yang tidak sedikit hingga mencapai Rp14,5 juta.

Kesedihan korban makin mendalam lantaran kendaraan roda dua itu dibeli tunai dan menjadi tumpuan mobilitas harian keluarganya.

"Kerugian motor 14.500.000, motor biasa dipakai adik untuk kuliah, mengantar kakak kerja dan menjemput kerja," ungkapnya.

Randi pun melaporkan musibah yang dialaminya ke markas kepolisian terdekat demi memburu pelaku.

"Saya selaku korban sudah menghubungi pihak kepolisian setempat di Polsek Simokerto dan langsung diberi surat laporan kehilangan dan masih dalam proses. Kejadian curanmor di wilayah saya terbilang sering," pungkasnya.

Baca juga: Maling Motor Agak Laen di Ngagel Surabaya Terekam CCTV Tinggalkan Scoopynya demi Honda Beat Street

 

Sekadar diketahui, kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) masih menjadi tindak kejahatan dengan jumlah kejadian yang tinggi.

Satreskrim Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kasus pencurian motor (curanmor) sepanjang tahun 2025, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025 Jumlah kasusnya, tercatat sekitar 600 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat.

Sedangkan, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap sejumlah 472 orang. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.