TRIBUN-MEDAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu Kepala Daerah di Sumatera Utara.
Adapun heboh kabar KPK melancarkan OTT dan amankan Kepala Daerah di acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Lubuk Pakam, Deli Serdang.
Kepala daerah yang diduga diamankan itu dikabarkan sempat menghilang dari jamuan makan durian bersama para bupati.
Informasi yang dihimpun Tribun Medan dari berbagai sumber di lapangan menyebutkan, proses penindakan yang dilakukan tim lembaga antirasuah tersebut berlangsung senyap sehingga tidak banyak peserta yang menyadarinya.
Saat operasi senyap itu bergulir, rangkaian acara formal di dalam Gedung Aula Institut Kesehatan Medistra (IKM) Lubuk Pakam bahkan masih terus berjalan.
Sejumlah kepala daerah dan delegasi lain disinyalir baru mengendus adanya penangkapan rekan sejawat mereka setelah seluruh rangkaian acara resmi selesai ditutup.
Baca juga: KPK Diduga OTT di Binjai Berkaitan dengan Fee Proyek, Penyidik Lakukan Pemeriksaan di Polda Sumut
"Jadi setelah acara di aula selesai, Bupati Deli Serdang menjamu para bupati lain untuk makan durian bersama di tempat makan yang berada di depan Kantor Bupati.
Nah, pas sudah berkumpul di situ, barulah muncul pembicaraan hangat soal penangkapan ini.
Ada yang bilang (Bupati) Langkat coba dicari ke mana, infonya kepegang tiga huruf (diamankan KPK)," kata seorang pejabat di lingkungan Pemkab Deli Serdang yang identitasnya enggan dipublikasikan.
Sumber tersebut menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan diskusi di Aula IKM sebenarnya sudah rampung sekitar pukul 17.00 WIB.
Setelah itu, agenda santai berupa jamuan makan durian bersama dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.
Namun, hingga acara santai tersebut berakhir, tidak ada satupun pejabat maupun perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Langkat yang menampakkan diri di lokasi jamuan, yang semakin memperkuat spekulasi miring di kalangan pejabat yang hadir.
Meski demikian, rumor yang berkembang kuat di lapangan mengindikasikan bahwa penangkapan kepala daerah ini merupakan hasil pengembangan dari operasi senyap yang sebelumnya telah lebih dulu dilakukan tim penindak KPK di wilayah Kota Binjai.
Baca juga: KPK Disebut-Sebut Amankan Kepala Daerah di Acara APKASI yang Berlangsung di Deli Serdang
Sebelumnya juga beredar kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Binjai, Kamis (2/7/2026).
Belum diketahui persis OTT berkaitan dengan kasus apa.
Namun kabarnya, diduga berkaitan dengan fee proyek.
Informasi yang dirangkum wartawan, sejumlah pihak yang diamankan berasal dari Kabupaten Langkat, meski operasi dilakukan di Kota Binjai.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Langkat, Wahyudianto, belum dapat berkomentar panjang.
"Kami belum mendapat informasi resmi," ujar Wahyu.
Baca juga: AHY di APEKSI Medan: Wali Kota Jadi Duta Terbaik Tarik Investasi dan Layani Masyarakat
Pengembangan yang dilakukan juga menyasar sampai ke Kota Medan.
Saat ini, terhadap sejumlah pihak diduga masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Polda Sumut.
Kabar berembus, terduga yang diamankan dari rekanan dan mantan anggota DPRD Sumut.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan belum merespon.
Pesan singkat yang dilayangkan wartawan terkait OTT itupun belum dibalasnya.
(dra/tribun-medan.com) (cr23/tribun-medan.com)