TRIBUNBANYUMAS.COM, SOKARAJA - Kisah memilukan menimpa Arif Rahman (50), pedagang telur ayam asal Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Usaha yang dirintisnya terancam gulung tikar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purbalingga, Minggu (28/6/2026), lalu menjadi korban penjarahan warga setempat.
Kisah pilu Arif menggugah kepedulian Dukha Ngabdul Wasih, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas.
Baca juga: Memalukan, Warga Kutawis Purbalingga Ramai-ramai Jarah Telur Korban Kecelakaan
Dukha secara khusus menemui Arif untuk memberikan dukungan moral dan bantuan dana pribadi sebesar Rp 3,5 juta.
"Hari ini ada warga Banyumas mengalami kecelakaan dan memang membutuhkan bantuan, sehingga beliau bisa meneruskan usahanya. Kami hanya bisa berbagi, setidaknya meringankan beban beliau," kata Dukha, legislator dari Fraksi PKB ini di Warung Kopi Loh Jinawi Sokaraja, Kamis (2/7/2026).
Dukha menuturkan, pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk rasa kemanusiaan dari dirinya sebagai wakil rakyat di Komisi 4 yang memang membidangi persoalan sosial. Ia menegaskan, pimpinan DPRD selalu mengarahkan agar seluruh anggota dewan bersikap responsif dan adaptif terhadap permasalahan masyarakat di lapangan.
Selain bantuan pribadi, Dukha juga telah menghubungi pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar turut hadir memberikan dukungan kepada Arif. "Setidaknya, Pak Arif ini bisa melanjutkan usahanya. Kami juga berharap, ada teman-teman lain yang tergerak hatinya untuk membantu," ungkapnya.
Lebih jauh, Dukha mengajak seluruh masyarakat untuk memetik hikmah dari kejadian yang dialami Arif. Ia mengingatkan bahwa musibah tidak pernah bisa direncanakan. Namun, sebagai sesama makhluk sosial, seharusnya masyarakat saling membantu, bukan justru memanfaatkan kesempitan orang lain.
"Jika bisa membantu ya membantu. Jika tidak, maka jangan jadi beban atau menambahi masalah. Kasihan yang sedang terkena musibah," tegasnya.
Dukha mengaku sangat prihatin atas kejadian di Purbalingga tersebut. Baginya, insiden ini menunjukkan potret kontradiktif di masyarakat. "Satu sisi kita dipertontonkan krisis kemanusiaan, sisi lainnya krisis akhlak. Ini menjadi PR bersama. Alhamdulillah masih ada yang menolong," ucapnya.
Di hadapan anggota DPRD Banyumas, Arif menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Ia mengaku bersyukur masih ada warga yang memiliki empati untuk membantunya keluar dari kabin pikap yang terguling. Meski begitu, ia tak menampik keterkejutannya saat mendapati kerumunan warga justru sibuk menjarah telur.
"Awalnya memang saya kira mereka mewadahi telur untuk dikumpulkan di pinggir jalan. Ternyata malah dibawa pulang," kenang Arif.
Pasca-kejadian, Arif telah berkomunikasi dengan kepala dusun setempat untuk meminta agar telur yang dibawa warga dikembalikan. Baginya, jika hanya satu atau dua kilogram mungkin ia ikhlaskan, namun jumlah yang hilang mencapai peti-peti besar.
"Saya berterima kasih karena telah ditolong. Tetapi telur-telur itu kan mata pencaharian saya," ungkapnya.
Kabar baik mulai datang, sejumlah warga yang merasa bersalah akhirnya menghubunginya untuk memberikan uang ganti rugi. Sejauh ini, uang transfer yang masuk sebagai bentuk tanggung jawab warga berjumlah sekitar Rp 700 ribu. "Saya tidak menyalahkan warga, tapi hanya menyesalkan tingkah lakunya," pungkas Arif. (fba)