Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti dari Paraguay pada Selasa (1/7). Penampilan tim Jerman sepanjang pertandingan memicu kekecewaan para fans. Komentar di media sosial menyebut timnas "tak berdaya, membuat frustasi, kelas dua”.
Tak lama setelah laga berakhir, akun resmi Kanselir Jerman Friedrich Merz mengunggah pesan dukungan kepada tim nasional.
"Walaupun tersingkir memang menyakitkan, kalian bertanding dengan luar biasa! Dedikasi dan semangat kebersamaan yang kalian tunjukkan di Piala Dunia ini telah menginspirasi negara kita. Kami bangga pada kalian," tulis Merz di X.
Unggahan itu justru memicu gelombang kritik. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan apakah Merz benar-benar menyaksikan pertandingan yang sama dengan jutaan warga Jerman lainnya.
Orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, ikut mengomentari unggahan tersebut di X. "Merz pandai terus-menerus merayakan kegagalan," tulisnya.
Anggota Parlemen Eropa Marie-Agnes Strack-Zimmermann juga menyindir unggahan tersebut. Ia mengatakan dirinya tak tahu mana yang lebih buruk: penampilan tim Jerman atau reaksi sang kanselir.
Menanggapi kritik tersebut, Kantor Kanselir Jerman menyebut unggahan itu muncul akibat "kesalahan koordinasi". Mereka paham hal tersebut "sangat mengganggu”.
Sejumlah media di Berlin melaporkan, beberapa draf unggahan telah disiapkan sebelum pertandingan usai. Draf-draf itu memuat respons atas berbagai kemungkinan hasil. Namun, seorang staf media sosial dilaporkan keliru menekan tombol, sehingga unggahan yang tidak semestinya terbit justru dipublikasikan.
Surat kabar Bild bahkan mendedikasikan hampir satu halaman penuh untuk insiden itu. Tajuknya menyamakan unggahan Merz sebagai "gol bunuh diri" setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia.
Pada Rabu (2/7), Wakil Juru Bicara Pemerintah Sebastian Hille mengatakan Merz menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung.
"Tentu saja kanselir kecewa dengan tersingkirnya tim nasional Jerman dari Piala Dunia, sama seperti jutaan penggemar sepak bola lainnya di Jerman," ujarnya.
Merz kemudian mengunggah pernyataan kedua.
"Kita merayakan keberhasilan bersama. Saat kalah, kita tetap berdiri bersama. Itulah yang membuat kita kuat. Siapa pun yang mengenakan lambang elang nasional di dadanya layak mendapat dukungan kita, bukan ejekan," tulisnya.
Para pengamat politik kerap menilai, keberhasilan timnas Jerman dapat menciptakan sentimen positif. Ini dinilai turut menguntungkan pemerintah yang sedang berkuasa.
Kontroversi unggahan ini terjadi di tengah merosotnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Merz.
Menurut survei ARD-Deutschlandtrend yang dilakukan pada awal Juni, sebanyak 87 persen responden tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Angka itu menjadi rekor tertinggi tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Ada beberapa faktor penyebab: ekonomi yang belum pulih, infrastruktur yang menua, hingga keraguan publik terhadap rencana reformasi sistem pensiun dan layanan kesehatan.
Di tengah situasi tersebut, buruknya penampilan tim nasional Jerman di Piala Dunia dinilai semakin memperkuat sentimen negatif di dalam negeri.
Sebelum turnamen dimulai, Merz juga sempat melakukan panggilan video dengan skuad Jerman yang berada di Amerika Serikat. Momen itu dinilai kaku dan menuai olok-olok di media sosial.
"Satu Jerman mendukung kalian! Semua orang di sini ikut tegang menanti pertandingan," kata Merz saat itu. Padahal, antusiasme masyarakat terhadap timnas saat itu tak sebesar penggambaran Merz.
Insiden unggahan di X pun semakin memperkuat anggapan bahwa sang kanselir bukan penggemar sepak bola yang memahami situasi tim secara dekat.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai, masih banyak hal yang jauh lebih penting untuk dipersoalkan dari seorang kanselir. Ketertarikannya terhadap sepak bola bukanlah isu paling krusial.
Diadaptasi oleh Felicia Salvina
Editor: Rizki Nugraha