TRIBUNPALU.COM - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Tengah sukses mencatatkan surplus neraca perdagangan fantastis senilai US$1.027,42 juta pada Mei 2026.
Lonjakan keuntungan ini terjadi berkat performa Ekspor yang perkasa mengungguli angka impor.
Badan Pusat Statistik mencatat sepanjang Mei 2026, total nilai Ekspor Sulawesi Tengah menembus US$2.042,07 juta, atau tumbuh sebesar 3,65 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, total nilai impor tercatat sebesar US$1.217,65 juta, meskipun angka ini juga ikut merangkak naik dibandingkan Mei 2025.
Komoditas besi dan baja masih menjadi primadona sekaligus tulang punggung utama Ekspor Sulawesi Tengah dengan menyumbang angka masif sebesar US$1.149,72 juta atau menguasai 56,3 persen dari total Ekspor.
Baca juga: Tolak Pencocokan Lahan Sengketa, Warga Tanjungsari Banggai Blokade Jl Yos Sudarso
Di posisi kedua dan ketiga, komoditas nikel membuntuti dengan nilai US$402,69 juta, disusul bahan bakar mineral senilai US$251,36 juta.
Dari sisi pintu keluar logistik, Pelabuhan Bahodopi memegang peran paling krusial dengan mendominasi arus Ekspor senilai US$1.727,19 juta atau setara dengan 78 persen dari keseluruhan aktivitas perdagangan internasional di wilayah ini.
Tiongkok mengukuhkan posisinya sebagai negara tujuan utama Ekspor Sulawesi Tengah pada Mei 2026 dengan menyerap pasar sebesar US$864,2 juta.
Menyusul di urutan kedua dan ketiga adalah Taiwan dengan nilai US$240,48 juta dan Vietnam senilai US$189,54 juta.
Secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Tiongkok juga menjadi pelanggan terbesar dengan total nilai serapan mencapai US$4.976,92 juta, sekaligus mencatatkan peningkatan nilai Ekspor tertinggi.
Baca juga: Anwar Hafid Minta PT Poso Energy Percepat Perbaikan Rumah Warga Desa Sulewana
Sebaliknya, penurunan Ekspor terdalam secara kumulatif dialami oleh negara Turki yang merosot hingga US$97,50 juta.
Secara keseluruhan, akumulasi nilai Ekspor Sulawesi Tengah sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 telah menyentuh angka US$10.397,31 juta.
Dari total tersebut, mayoritas barang senilai US$10.130,25 juta diEksportasi langsung melalui pelabuhan di dalam Provinsi Sulawesi Tengah, sementara sisanya bergerak melalui provinsi lain.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, posisi nilai Ekspor kumulatif Sulawesi Tengah hingga Mei 2026 mengalami lompatan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 20,42 persen. (*)