Disbun Fakfak Catat Produksi Pala 970 Ton, Retribusi Rp353 Juta pada Semester I 2026
Hans Arnold Kapisa July 03, 2026 04:44 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mencatat hasil uji mutu perdagangan pala antar pulau pada semester I tahun 2026 mencapai 970,54 ton dengan penerimaan retribusi daerah sebesar Rp353,42 juta.

Kepala Disbun Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan capaian tersebut saat konferensi pers di Fakfak, Kamis (2/7/2026).

“Total produksi pala periode Januari–Juni 2026 mencapai 970.535 kilogram atau 970,54 ton,” ujarnya.

Adapun rincian produksi yakni, pala kulit: 708.289 kg (72,98 persen), pala ketok: 121.662 kg (12,54 % ), dan fuli pala: 140.584 kg (14,49 % ).

Selain itu, Disbun Fakfak juga menerbitkan 11.923 batang Sertifikasi Peredaran Bibit Pala untuk menjamin mutu bibit unggul yang beredar.

Hingga 1 Juli 2026, penerimaan retribusi daerah mencapai Rp353.421.900 dengan rincian, pala kulit: Rp191.107.500 (54,07 % ), fuli pala: Rp111.876.000 (31,66 % ), pala ketok: Rp38.515.400 (10,90 % ), dan sertifikasi bibit: Rp11.923.000 (3,37 % ).

Selanjutnya, pada Juni 2026, volume perdagangan pala antar pulau tercatat 117.560 kg, turun 19,87 % dibanding Mei (146.707 kg).

Baca juga: Disbun Fakfak Tanam 10 Pohon Pala Tomandin Grafting di Median Jalan Dr Salasa Namudat 

Penerimaan retribusi juga menurun 13,55?ri Rp60,22 juta menjadi Rp52,06 juta.

Widhi menegaskan penurunan tersebut merupakan pola musiman panen, bukan indikasi melemahnya permintaan pasar.

Menurutnya, pala kulit masih menjadi komoditas utama dengan kontribusi hampir 73 % terhadap volume produksi. Sementara fuli pala, meski hanya 14,49?ri volume, menyumbang 31,66 % penerimaan retribusi.

“Kondisi ini menunjukkan fuli pala memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu terus didorong melalui peningkatan kualitas pascapanen serta hilirisasi,” jelasnya.

Disbun Fakfak mengimbau petani menjaga mutu pala mulai dari panen hingga pemasaran, termasuk pemisahan biji dan fuli secara benar, pengeringan higienis, serta memastikan kadar air sesuai standar.

“Mutu yang baik akan menjaga harga tetap tinggi, meningkatkan kepercayaan pembeli, dan memperkuat posisi Pala Tomandin Fakfak di pasar nasional,” tegas Widhi.

Ke depan, Disbun akan memperkuat pembinaan melalui penerapan SNI Pala Tomandin Fakfak, pengembangan rumah pengering modern, sertifikasi bibit unggul, hilirisasi produk, digitalisasi retribusi, dan perluasan kemitraan perdagangan.

“Kami optimistis memasuki musim Pala Barat produksi akan meningkat. Jika kualitas terus dijaga, maka penerimaan daerah juga akan bertambah,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.