BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fenomena minimnya calon murid baru di sejumlah sekolah dasar (SD) kembali terulang. Seperti yang dialami SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin yang hanya ada satu pendaftar hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berakhir.
Nasib lebih baik dialami sekolah di dekatnya, yaitu SDN Teluk Dalam 9 yang mendapat 17 calon murid baru. Pihak sekolahpun memutuskan tetap membuka pendaftaran offline.
Sementara, meski kondisi juga minim, pendaftar di SDN Kuin Selatan 5, Banjarmasin Utara tahun ini meningkat. Di sekolah ini ada 11 orang calon murid baru, bertambah dari tahun lalu yang hanya berjumlah tujuh orang.
Hal tersebut diungkapkan guru olahraga SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin, Muhammad Amin. Ia mengatakan tahun lalu pendaftar awalnya hanya satu orang namun bertambah hingga menjadi tujuh orang.
Baca juga: Cegah Pemalsuan Nilai, Sekolah di Banjarmasin Verifikasi Ketat Nilai Rapor Daftar Ulang SPMB SMA
“Alhamdulillah ada peningkatan. Jumlah 11 murid tersebut masih data sementara dari proses yang sedang berjalan. Yang daftar ulang baru beberapa,” jelasnya, Kamis (2/7).
Belum finalnya data tersebut dikatakannya karena sebagian orangtua atau calon murid masih menyelesaikan administrasi pendaftaran.
Pihaknya juga memutuskan memperkanjang proses pendaftaran secara offline, dan ada kemungkinan jumlah siswa baru kelas 1 akan terus bertambah. “Targetnya sebenarnya lebih dari 20 siswa baru. Kami harapkan bisa mencapai 25 sampai 28 siswa,” ujarnya.
Untuk memenuhi kuota tersebut, SDN Kuin Selatan 5 melakukan berbagai strategi pemasaran guna memikat perhatian para orangtua murid. “Kami bagi-bagi brosur informasi sekolah secara langsung kepada masyarakat sekitar. Lalu memanfaatkan media digital dengan memproduksi konten-konten kreatif dan edukatif yang menarik minat anak-anak maupun orangtua,” kata Amin.
Pantauan BPost, SDN Kuin Selatan 5 berada di dalam gang di antara pemukiman penduduk. Sekolahnya masih dalam kondisi yang bagus namun bangunannya sudah tampak tua.
Pihak sekolah mengungkapkan area halaman kerap banjir jika musim hujan. “Karena saya ngajar olahraga yang harus di halaman, kalau hujan sangat sulit untuk praktik,” ujar Amin.
Tak hanya di Banjarmasin. SDN Baruh Penyambaran 2, di Desa Sumber Agung, Kecamatan Halong, Balangan, juga masih membuka pendaftaran secara offline karena minimnya pendaftar. Pada masa SPMB kemarin, hanya ada tiga calon murid baru yang mendaftar.
Kepala SDN Baruh Penyambaran 2, Ernawati mengambil kebijakan untuk tetap membuka pendaftaran bahkan hingga dimulainya tahun ajaran baru. Ernawati, menyebut kondisi ini sudah berlangsung sekitar delapan tahun terakhir. Bahkan saat ini, total murid di sekolahnya hanya 19 orang.
Pergeseran minat metode pendidikan oleh orangtua menjadi salah satu penyebab minimnya siswa. Kebanyakan lulusan TK setempat ungkap Erna bersekolah di madrasah ibtidayah yang dinilai menawarkan pendidikan agama lebih banyak.
Ernawati juga menerangkan bahwa minimnya siswa berdampak langsung pada anggaran sekolah, khususnya dana BOS yang menyesuaikan jumlah peserta didik.
Baca juga: Hindari Penumpukan Pendaftar, SMAN 2 Banjarmasin Batasi 150 Siswa di Hari Pertama SPMB 2026
Di sisi lain, upaya menarik minat orangtua untuk menyekolahkan anak mereka di SDN Baruh Penyambaran 2 juga telah dilakukan pihak sekolah. Ada tawaran khusus kepada siswa baru, yakni seragam sekolah gratis yang diharapkan mampu menjadi daya tarik.
Menanggapi kondisi minimnya siswa ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan, Rafiul Amal mengakui beberapa sekolah yang ada di desa didapati minim jumlah anak usia sekolah. Selain orangtuanya memilih pesantren untuk sekolah dasar lanjutan, faktor lainnya juga disebabkan murid melanjutkan ke luar daerah karena ikut orangtua.
Kendati adan sekolah yang minim murid, Disdikbud Kabupaten Balangan kata Rafiul belum ada rencana untuk penggabungan antar sekolah terdekat. Hal itu disebabkan jarak antar sekolah yang minim siswa di kecamatan relatif jauh. (naa/ell)