Aksi terbaru dari Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan drama besar ketika Inggris berhasil lolos dari situasi genting, sementara Belgia menciptakan laga klasik sepanjang masa melawan Senegal.
Berikut rangkuman seluruh aksi dari Rabu, termasuk momen-momen penting yang mungkin terlewatkan semalam.
Untuk menjuarai Piala Dunia, terkadang dibutuhkan sedikit keberuntungan di sepanjang jalan. Inggris memang belum tampil optimal di Amerika Utara, tetapi tim asuhan Thomas Tuchel memastikan tempat mereka di babak 16 besar.
Inggris menampilkan salah satu performa babak pertama terburuk dalam sejarah turnamen besar, tertinggal dari Republik Demokratik Kongo saat jeda. Kiper Lionel Mapasi Nzau melakukan serangkaian penyelamatan gemilang setelah gol cepat dari Brian Cipenga.
Republik Demokratik Kongo hampir menambah keunggulan ketika Yoane Wissa mengenai tiang gawang, dan ketika Inggris tidak diberikan penalti, situasi tampak semakin buruk bagi skuad Tiga Singa.
Untungnya, Inggris memiliki Harry Kane. Dalam turnamen di mana para bintang besar menampilkan performa terbaik mereka, kali ini giliran Kane menjadi pusat perhatian. Sundulan dari umpan silang Anthony Gordon menyamakan kedudukan dengan 15 menit tersisa, sebelum penyerang Bayern Munich itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-86.
Itu merupakan gol ke-13 Kane di ajang Piala Dunia sepanjang kariernya, melewati catatan milik Pele. Lima golnya di turnamen ini menjaga asa Inggris tetap hidup.
Beberapa penonton mungkin nyaris mematikan televisi di detik-detik akhir laga ini. Senegal tampak sepenuhnya mengendalikan jalannya pertandingan melawan Belgia, unggul 2-0 dengan hanya empat menit tersisa.
Gol pembuka Habib Diarra dilengkapi dengan tembakan indah dari Ismaila Sarr, dan kampanye Piala Dunia Belgia yang mengecewakan tampak akan segera berakhir. Namun ternyata tidak demikian.
Romelu Lukaku mencetak gol pada menit ke-86 untuk memberi harapan bagi Belgia, sebelum penampilan luar biasa Youri Tielemans memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Gelandang tersebut menyambut umpan silang Leandro Trossard dengan sundulan ke gawang, sementara kiper Senegal Mory Diaw tampak kebingungan.
Senegal terkejut, tetapi perpanjangan waktu tampak akan berakhir tanpa pemenang sebelum adu penalti. Belgia, sekali lagi, memiliki rencana lain. Di detik-detik terakhir, Lamine Camara yang berusaha menghalau bola justru menjatuhkan Tielemans di kotak penalti, memberi Belgia peluang untuk memastikan kemenangan lewat tendangan terakhir pertandingan. Tielemans yang menjadi korban pelanggaran itu sendiri maju sebagai eksekutor dan dengan tegas menuntaskan tugasnya pada menit ke-125, mengirim Senegal pulang.
Setelah kekacauan di final Piala Afrika, ini menjadi satu lagi pertandingan penuh drama bagi Senegal. Namun sayangnya, hasilnya kembali tidak berpihak kepada mereka.
Amerika Serikat melengkapi trio tuan rumah yang lolos ke babak 16 besar, bergabung dengan Kanada dan Meksiko di babak berikutnya. Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil pantas meraih kemenangan atas Bosnia, berkat gol dari Folarin Balogun dan Malik Tillman, meski kemenangan itu harus dibayar mahal.
Balogun, yang kini menjadi pemain ketiga asal Amerika Serikat yang mencetak tiga gol di Piala Dunia, membuka keunggulan dan nyaris mencetak hat-trick sebelum insiden dengan bek Bosnia Tarik Muharemovic mengakhiri malamnya lebih cepat.
Saat berebut bola, kaki Balogun secara tidak sengaja menginjak pergelangan kaki Muharemovic, yang tampak mengerikan pada pandangan pertama. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, menilai tindakan itu layak mendapat kartu merah meskipun tampak tidak disengaja, membuat Balogun harus absen pada laga Amerika Serikat berikutnya melawan Belgia, sebuah kehilangan besar bagi timnya.