Asal-usul Penamaan Kaliurang, Nama Jalan Populer di Jogja
Hari Susmayanti July 03, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Istilah jakal mungkin sudah tidak asing di telinga warga Jogja.

Jakal merupakan akronim dari "Jalan Kaliurang", yaitu jalan yang membentang sepanjang 25 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta hingga wilayah dekat wisata Kaliurang di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Sepanjang jalannya, pemandangan yang ditawarkan berbeda-beda, mulai dari suasana perkotaan yang ramai, kawasan pendidikan dan kuliner, hingga pemandangan yang semakin hijau dan sejuk saat mendekati lereng Gunung Merapi.

Namun, tahukah Tribunners? 

Di balik pesonanya, Kaliurang ternyata menyimpan sejarah dan asal-usul nama yang menarik.

Asal Nama Kaliurang

Nama Kaliurang berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa.

Kedua kata tersebut adalah "kali" yang berarti sungai dan "urang" yang berarti udang. 

Secara harfiah, Kaliurang dapat diartikan sebagai "sungai udang".

Penamaan tersebut diyakini berkaitan dengan kondisi wilayah Kaliurang pada masa terdahulu.

Dahulu, kawasan lereng Merapi memiliki banyak aliran sungai dan mata air yang menjadi habitat bagi udang air tawar. 

Keberadaan udang di sungai-sungai kecil tersebut kemudian menjadi identitas yang melekat pada kawasan ini hingga dikenal sebagai Kaliurang sekarang.

Baca juga: Respons Balai TNGM Soal Aktivitas Pendakian Gunung Merapi

Sejarah Kaliurang

Kaliurang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda. 

Pada awal abad ke-20, kawasan ini mulai dikembangkan sebagai tempat peristirahatan bagi orang-orang Belanda yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya.

Udara yang sejuk, pemandangan pegunungan, serta suasana yang tenang membuat Kaliurang menjadi lokasi ideal untuk berlibur sekaligus menghindari hiruk-pikuk perkotaan. 

Berbagai vila, rumah peristirahatan, dan penginapan kemudian banyak dibangun di kawasan ini.

Seiring berjalannya waktu, Kaliurang berkembang menjadi salah satu kawasan wisata paling populer di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rasanya seperti ada yang kurang jika berkunjung ke Jogja tapi tidak ke Kaliurang.

Tidak hanya menjadi tujuan rekreasi keluarga, Kaliurang juga berperan sebagai kawasan konservasi, pusat edukasi kebencanaan Gunung Merapi, serta pintu gerbang menuju berbagai objek wisata di lereng Merapi.

Ragam Pemandangan di Kaliurang

Sepanjang 25 kilometer Jalan Kaliurang, pengunjung dapat menemukan berbagai kawasan menarik, seperti:

1. Kawasan Kampus

Jalan Kaliurang menjadi akses utama menuju sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta. 

Hal ini menyebabkan Kaliurang selalu ramai oleh aktivitas mahasiswa.

2. Tempat Kuliner

Sepanjang Jakal dipenuhi beragam pilihan kuliner, mulai dari angkringan, warung makan, kedai kopi, hingga restoran modern. 

Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam di Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama di sepanjang jalan sekitar GSP UGM.

3. Deretan Kafe dan Tempat Nongki

Banyak kafe dan tempat nongkrong beroperasi di sepanjang Jalan Kaliurang. 

Konsepnya pun beragam, mulai dari kafe bernuansa alam hingga coffee shop modern yang menjadi favorit mahasiswa dan wisatawan luar daerah.

4. Destinasi Wisata Lereng Merapi

Semakin mendekati kawasan Kaliurang, suasana perkotaan perlahan berubah menjadi suasana yang lebih hijau dan sejuk. 

Pengunjung dapat menemukan berbagai destinasi wisata, seperti Taman Wisata Kaliurang, Museum Ullen Sentalu, serta berbagai jalur wisata menuju lereng Gunung Merapi.

Tak lupa, pengunjung dapat menikmati pemandangan menaiki skuter atau mobil jeep di kawasan ini.

5. Penginapan dan Vila

Deretan penginapan dan vila mudah ditemukan di kawasan ini. 

Keberadaan fasilitas tersebut membuat wisatawan dapat menikmati suasana sejuk lereng Merapi lebih lama, terutama saat musim liburan.

Ternyata, sebuah kawasan yang namanya diambil dari aliran sungai yang dihuni udang air tawar kini telah  menjelma menjadi salah satu ikon wisata di DIY. 

Perpaduan sejarah, keindahan alam, serta beragam aktivitas di sepanjang Jalan Kaliurang menjadikan kawasan ini selalu menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan maupun warga lokal.

Sudahkah Tribunners menikmati pemandangan di sepanjang Jalan Kaliurang?

(MG Hasna Aulia Syafitri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.