Pertama, Polda Sumatera Barat memastikan penyelidikan kasus meninggalnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial IPP (32) di kamar mes personel Polres Pesisir Selatan masih terus berjalan.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, penyidik Polres Pesisir Selatan telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa personel kepolisian, penghuni mes, rekan korban, hingga pihak keluarga.
Kedua, Satlantas Polres Padang Panjang memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas di kawasan Jembatan Kembar, perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, Kamis (2/7/2026).
Kebijakan ini menyusul pengalian dan pengaspalan jalan di lokasi tersebut. Selain itu, juga ada penurunan besi baja untuk Jembatan Kembar pada Kilometer 66.700.
Terakhir, kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Jorong Tembok, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (1/7/2026) kemarin sekitar pukul 14.40 WIB.
Seorang mahasiswi asal Kabupaten Sijunjung berinisial WC (22), meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan sebuah minibus dan bus antarkota.
Baca selengkapnya berikut ini:
Polda Sumatera Barat memastikan penyelidikan kasus meninggalnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial IPP (32) di kamar mes personel Polres Pesisir Selatan masih terus berjalan.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, penyidik Polres Pesisir Selatan telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa personel kepolisian, penghuni mes, rekan korban, hingga pihak keluarga.
"Saat ini kasus dugaan kematian salah satu guru PPPK di Pesisir Selatan sedang dilakukan penyelidikan secara intensif oleh Polres Pesisir Selatan. Sejumlah saksi dan pihak keluarga sudah dimintai keterangan," kata Susmelawati Rosya kepada TribunPadang.com, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, sejauh ini empat personel kepolisian telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut.
Baca juga: Pesan Terakhir Guru PPPK dengan Ibunya, Sebelum Ditemukan Tewas di Mes Polres Pessel: Tunggu Dulu Ma
"Baru empat personel yang dimintai keterangan. Mereka merupakan anggota yang sering datang ke mes itu. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Polres maupun Propam," ujarnya.
Selain itu, penghuni mes tempat korban ditemukan meninggal juga diminta tetap bersiaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Personel yang menempati mes saat ini diminta tetap standby apabila diperlukan untuk memberikan keterangan tambahan," katanya.
Tak hanya personel kepolisian, penyidik juga telah meminta keterangan dari empat penghuni mes, rekan-rekan korban, tiga anggota keluarga korban, hingga anggota polisi yang mendatangi rumah keluarga setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Baca juga: Kuasa Hukum Beberkan Detik-detik Keluarga Mengetahui Guru PPPK Meninggal di Mes Polres Pessel
"Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami berbagai hal, termasuk alasan korban menginap di mes saat itu," ujarnya.
Namun hingga kini, kata Susmelawati, penyidik masih mendalami alasan korban berada di mes personel Polres Pesisir Selatan sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Terkait alasan korban menginap di mes masih kami dalami," katanya.
Di sisi lain, Polda Sumbar juga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian korban.
Susmelawati mengatakan, berdasarkan pemeriksaan fisik awal, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Sementara dari pemeriksaan fisik awal terhadap korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun hal itu masih harus dilengkapi dengan hasil pemeriksaan laboratorium. Jadi kita tunggu hasil lab untuk mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia," jelasnya.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan laboratorium masih berlangsung.
Sejumlah sampel saat ini diperiksa di RS Bhayangkara Padang sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
"Proses pemeriksaan laboratorium masih berjalan. Kemungkinan dalam satu atau dua hari ini sampel akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polres Pessel Sempat Diminta Tak Autopsi Jasad Korban
Sebelumnya, keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Rodi Candra, melaporkan seorang personel Polres Pesisir Selatan berinisial W ke Propam Polda Sumbar.
Keluarga meminta Propam mengawasi proses penyelidikan serta memberikan perlindungan hukum karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kematian korban yang ditemukan di kamar mes personel Polres Pesisir Selatan pada Sabtu (27/6/2026).
Kuasa hukum keluarga guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial IPP (32), Rodi Candra, mengungkap sejumlah kejanggalan yang dinilai mengiringi kematian kliennya.
Menurut Rodi, berdasarkan keterangan keluarga, guru SD di Kabupaten Pesisir Selatan tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang tidak lazim.
Ia menyebut, kejanggalan terlihat mulai dari posisi tubuh korban saat pertama kali ditemukan hingga kondisi tempat kejadian perkara (TKP).
"Saat ditemukan meninggal, posisinya tidak seperti orang meninggal pada umumnya. Korban terlentang, kedua tangan terkepal dan terlipat ke kiri serta kanan, sementara tulang belakangnya agak membungkuk ke belakang," kata Rodi Candra kepada TribunPadang.com, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Breaking News: Guru PPPK Ditemukan Tewas di Mess Polres Pessel, Keluarga Lapor ke Propam Polda
Rodi juga menyoroti adanya perbedaan antara kondisi awal saat jenazah ditemukan dengan foto yang kemudian beredar.
Menurutnya, dalam foto yang beredar, jenazah korban tampak telah diberi bantal dan kondisi ruangan terlihat rapi.
"Sangat berbeda dengan kondisi saat pertama kali ditemukan oleh orang tua korban. Saat itu ruangan masih berantakan, tidak ada bantal, dan posisi jenazah juga berbeda," ujarnya.
Rodi mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban datang ke mes personel Polres Pesisir Selatan untuk menemui seorang temannya.
"Menurut keterangan keluarga, korban datang ke mes karena ingin bertemu temannya," katanya.
Baca juga: Usut Penyebab Kematian Guru PPPK di Mes Polres Pessel, Keluarga Korban: Ditemukan Luka Lebam
Teman yang dimaksud diketahui berinisial W, seorang personel Polres Pesisir Selatan.
"Kami belum mengetahui apakah W ini teman lama atau teman baru korban," ujarnya.
Atas dasar itu, pihak keluarga melaporkan W ke Propam Polda Sumbar agar keterangannya dapat dimintai dalam proses penyelidikan.
"Kami berharap W dapat dimintai keterangan. Kami juga meminta Propam mengawasi proses penyelidikan yang sedang berjalan di Polres Pesisir Selatan serta memberikan perlindungan agar tidak ada intervensi terhadap keluarga korban," katanya.
Sebelumnya, keluarga guru PPPK berinisial IPP (32) yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mes personel Polres Pesisir Selatan melaporkan seorang anggota polisi berinisial W ke Propam Polda Sumbar, Kamis (2/7/2026) sore.
Laporan tersebut dibuat karena keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kematian korban yang ditemukan di mes personel Polres Pesisir Selatan di Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Pantauan TribunPadang.com, orang tua korban bersama kuasa hukumnya tiba di Mapolda Sumbar sekitar pukul 15.30 WIB setelah berangkat dari Kabupaten Pesisir Selatan.
Mereka mendatangi Subbagyanduan Propam Polda Sumbar untuk menyampaikan laporan secara resmi.
Sebelum memasuki ruang pengaduan, keluarga korban sempat memberikan keterangan kepada awak media.
Ayah korban, Syaiful (63), mengatakan kedatangannya ke Propam Polda Sumbar bertujuan mencari keadilan dan mengungkap penyebab pasti kematian anak sulungnya.
Baca juga: Ruang Kelas Hancur Imbas Banjir, Ratusan Murid SDN 10 Lambung Bukit Terpaksa Belajar Bergantian
"Kami datang ke sini untuk mencari keadilan dan kebenaran terkait kematian anak kami," kata Syaiful.
Ia menuturkan, terdapat sejumlah hal yang dianggap janggal, salah satunya adanya luka lebam pada tubuh korban saat jenazah ditemukan.
"Anak saya orangnya lugu dan selama ini tidak memiliki riwayat penyakit. Namun saat ditemukan, di tubuhnya ada luka-luka lebam," ujarnya.
Selain itu, Syaiful juga menilai kondisi TKP saat pertama kali ia lihat berbeda dengan kondisi ketika dilakukan olah TKP oleh petugas.
"TKP awal dengan saat olah TKP berbeda. Itu posisi leher dan posisi jari tangan korban," katanya.
Syaiful mengaku tidak mengenal sosok personel polisi berinisial W yang disebut berada di mes bersama korban.
Baca juga: Kelangkaan Solar Ganggu Distribusi, Harga Cabai Merah dan Bawang Melejit di Pasar Raya Padang
"Saya tidak mengetahui siapa W ini. Saya tahu dia polisi dari anak saya yang lain," ujarnya.
Ia mengatakan, IPP merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sebelum tiba di lokasi, dirinya hanya mendapat kabar bahwa putranya dalam kondisi pingsan.
"Saat disampaikan kepada saya, anak saya dalam kondisi pingsan. Namun ketika saya sampai, anak saya sudah meninggal dunia," ungkapnya.
Menurut Syaiful, pada malam sebelum kejadian, putranya berpamitan kepada sang ibu untuk pergi ke rumah seorang teman.
"Malam Sabtu anak saya izin ke rumah temannya kepada mamanya. Dia juga jarang keluar rumah dan memang orangnya agak lugu," tuturnya.
Melalui laporan ke Propam Polda Sumbar, Syaiful berharap proses penyelidikan berjalan secara transparan sehingga penyebab kematian putranya dapat diungkap secara terang.
"Saya sudah melapor ke Polres. Harapan saya, dengan laporan ke Propam ini, kematian anak saya bisa diungkap seterang-terangnya," tutupnya.
Satlantas Polres Padang Panjang memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas di kawasan Jembatan Kembar, perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, Kamis (2/7/2026).
Kebijakan ini menyusul pengalian dan pengaspalan jalan di lokasi tersebut. Selain itu, juga ada penurunan besi baja untuk Jembatan Kembar pada Kilometer 66.700.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot mengatakan pengaspalan jalan dan sebagainya dilakukan sejak pukul 10.00 WIB.
Untuk itu, arus lalu lintas terpantau padat akibat adanya aktivitas tersebut dan juga diberlakukan akses buka tutup.
"Ada pengaspalan jalan sejak pukul 10.00 WIB, arus buka tutup diberlakukan," ujarnya saat dikonfirmasi.
Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padang Panjang, Iptu Indra S menyebut arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai terpantau Padat pada Kamis siang.
Baca juga: Update Harga TBS Sawit Pasaman Barat: Harga Tertinggi Tembus Rp 3.754 per Kg
Selain disebabkan karena pengaspalan dan penurunan baja untuk Jembatan Kembar, kepadatan arus lalu lintas juga dipicu momen libur sekolah.
"Saat ini arus terpantau padat, karena masih suasa libur," jelasnya.
Untuk itu, pengendara yang melintasi jalur Lembah Anai dimunta untuk berhati-hati dan bersabar.
Sebab, hingga kini, pengerjaan jalan masih berlangsung di lokasi.
"Kita imbau kepada pengendara untuk bersabar, sampai pengerjaan selesai dilakukan," tambahnya. (*)
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Jorong Tembok, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (1/7/2026) kemarin sekitar pukul 14.40 WIB.
Seorang mahasiswi asal Kabupaten Sijunjung berinisial WC (22), meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan sebuah minibus dan bus antarkota.
Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.
Baca juga: Dubalang Kelurahan di Padang Selatan Ditangkap Usai Curi 93 Kg Cengkeh, Diduga Sudah 4 Kali Beraksi
Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Asphari Wahyu Siregar, menjelaskan kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Vario BA 4776 KC dari arah Padang Panjang menuju Kota Solok.
Di perjalanan, korban berupaya mendahului Bus PT Gumarang Jaya yang berada di depannya.
"Diduga saat proses mendahului, pengendara terkejut sehingga kehilangan kendali. Sepeda motor kemudian masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan Toyota Innova yang datang dari arah Kota Solok menuju Padang Panjang," kata Asphari, Kamis (2/7/2026).
Setelah berbenturan dengan Toyota Innova, sepeda motor korban kembali menghantam bagian samping kanan Bus PT Gumarang Jaya yang sedang didahuluinya.
Baca juga: Tuntut Transparansi Anggaran Sekolah, Massa GMM-SM Minta Gubernur Copot Kadisdik Sumbar
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami patah tulang pada kaki kanan, luka robek di lengan kanan, serta luka robek di bagian kepala.
"Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara akibat luka yang dialaminya," ujar Asphari.
Korban diketahui merupakan mahasiswi yang berasal dari Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.
Sementara itu, pengemudi Toyota Innova BH 1836 LZ, Syofyanus Sauri (58), dan sopir Bus PT Gumarang Jaya BE 7519 CU, Yendrik (51), tidak mengalami luka.
Baca juga: Usut Penyebab Kematian Guru PPPK di Mes Polres Pessel, Keluarga Korban: Ditemukan Luka Lebam
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan terjadi saat kondisi jalan basah karena gerimis.
Lokasi kejadian merupakan jalan lurus dengan lebar sekitar enam meter dan arus lalu lintas dalam kondisi ramai namun tetap lancar.
Ketiga kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping dengan kerugian materi diperkirakan sekitar Rp2 juta.
"Seluruh kendaraan sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kami juga telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan," pungkasnya.(*)