SOSOK Syah Afandin Bupati Langkat Ditangkap KPK Saat OTT di Sumut, Diduga Terima Suap Proyek
Angel aginta sembiring July 03, 2026 10:11 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sosok Syah Afandin atau Ondim Bupati Langkat ditangkap KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara pada Kamis (3/7/2026).

Adapun Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim ditangkap KPK diduga terima suap proyek pemerintahan setempat.

Penangkapan Bupati Langkat Syah Afandin dibenarkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto.

Ia memberikan jawaban singkat dan padat saat awak media meminta keterangan mengenai kebenaran kabar penangkapan sang kepala daerah.

"Benar," kata Fitroh, Jumat (3/7/2026).

Meskipun sudah memberikan kepastian hukum terkait penangkapan, Fitroh belum membeberkan identitas pihak-pihak lain yang penyidik bawa dalam operasi senyap ini. 

Baca juga: Harta Kekayaan Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim Melejit Rp 1,8 M Sebelum Ditangkap KPK

Pimpinan KPK tersebut juga belum merinci detail tindak pidana maupun daftar barang bukti yang tim penyidik amankan dari lokasi kejadian.

Menurut informasi awal, tim KPK menangkap Bupati Syah Afandin beserta beberapa orang lainnya lantaran mereka diduga kuat melakukan transaksi suap. 

Praktik rasuah ini melibatkan pelaksanaan sebuah proyek di lingkungan pemerintahan daerah setempat.

Sosok Bupati Langkat Syah Afandin

Syah Afandin atau Ondim merupakan Bupati Langkat.

Ia lahir di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat pada 23 Juni 1966.

Adapun latar belakang pribadinya, Ondim tumbuh dan besar di Kabupaten Langkat.

Sejak kecil, ia bersekolah di beberapa tempat yang ada di Kabupaten Langkat.

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Ondim sekolah di SD Negeri 050746 Pangkalan Brandan dan selesai pada 1979.

Ia kemudian melanjutkan ke SMP Swasta Babalan dan lulus pada 1982.

Dari SMP di Babalan, Ondim kembali menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Babalan dan lulus pada 1985.

Setelahnya, ia pun melanjutkan pendidikan di Universitas Medan Area dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada 1994. 

Baca juga: OTT KPK di Langkat, Bupati dan Sejumlah Lainnya Diamankan

Harta Kekayaan

Syah Afandin atau Ondim punya harta kekayaan mencapai Rp 10,6 miliar.

Harta kekayaan itu naik dari laporan tahun 2024 lalu.

Jika melihat laporan harta kekayaan pada 31 Desember 2024 yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ondim memiliki harta senilai Rp.8.812.634.913.

Namun, dalam laporannya terakhir, Ondim tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp.10.670.002.596.

Harta kekayaan itu naik sekitar Rp 2 miliar.

Berikut ini adalah rincian harta kekayaan Ondim yang dilaporkan pada 31 Maret 2026.

II. DATA HARTA 

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 5.950.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 180 m2/469 m2 di KAB / KOTA KOTA MEDAN , HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 624 m2/432 m2 di KAB / KOTA DELI SERDANG, HASIL SENDIRI Rp. 1.100.000.000

3. Tanah Seluas 3.568 m2 di KAB / KOTA LANGKAT, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

4. Tanah Seluas 3.440 m2 di KAB / KOTA KOTA BINJAI , HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000

5. Tanah Seluas 3.472 m2 di KAB / KOTA LANGKAT, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 925.000.000

1. MOTOR, KAWASAKI R270 Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000

2. MOBIL, TOYOTA ALPHARD SUV Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 850.000.000

3. MOTOR, N-MAX BPA A/T Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 30.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 433.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. 37.932.591 

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 4.317.142.756 2025

F. HARTA LAINNYA Rp.---

Sub Total Rp. 11.663.075.347

III.HUTANG Rp. 993.072.751

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 10.670.002.596

Baca juga: Penjelasan Kapolsek Medan Baru, Pria Tanpa Identitas yang Tewas Diserempet Kereta Api

Penangkapan di Tengah Acara APKASI

Sumber Tribun Medan di lapangan menyebutkan, penangkapan Ondim terjadi saat ia menghadiri agenda Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama KADIN di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut.

Acara tersebut merupakan bagian dari HUT APKASI ke-26. Saat rangkaian diskusi resmi di Aula Institut Kesehatan Medistra (IKM) masih berlangsung, tim KPK disebut bergerak senyap.

Sejumlah pejabat baru menyadari adanya penangkapan setelah acara selesai.

Bahkan, saat jamuan makan durian bersama para bupati, keberadaan Ondim sudah menjadi bahan perbincangan.

"Jadi setelah acara di aula selesai, Bupati Deli Serdang menjamu para bupati lain untuk makan durian. Nah, pas sudah berkumpul di situ, barulah muncul pembicaraan hangat soal penangkapan ini. Ada yang bilang (Bupati) Langkat coba dicari ke mana, infonya kepegang tiga huruf (diamankan KPK)," ungkap seorang pejabat Pemkab Deli Serdang yang enggan disebutkan namanya.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.