TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Warga Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, berinisiatif memasang ban bekas sebagai penanda di sekitar lubang yang berada tepat di tikungan jalan poros desa.
Lubang tersebut dinilai sangat membahayakan karena berada di jalur yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Jumat (3/7/2026), lubang berada di sisi badan jalan, tepat di tikungan tajam yang letaknya tidak jauh dari sebuah jembatan.
Baca juga: Petani Sawit di Pasangkayu Mengeluh, Antrean Pabrik Belum Terurai, Banyak Timbangan Tutup
Baca juga: Warga Pasangkayu Keluhkan Jalan Rusak di Pertigaan Urip Sumoharjo, Bahayakan Pengendara
Lubang terlihat cukup lebar dengan bagian aspal yang telah mengelupas dan membentuk cekungan yang cukup dalam.
Di sekitar lubang tampak beberapa ban bekas disusun sebagai penanda agar pengendara dapat mengurangi kecepatan dan menghindari titik berbahaya tersebut.
Namun, ban yang dipasang hanya menjadi peringatan sederhana dan belum mampu menghilangkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan.
Permukaan jalan di sekitar lubang juga terlihat mulai rusak dan dipenuhi kerikil.
Saat hujan turun, lubang tersebut kerap digenangi air sehingga kedalamannya sulit terlihat oleh pengendara yang melintas.
Di sisi jalan tampak permukiman warga dan sebuah halte sederhana.
Kondisi itu membuat lokasi tersebut cukup ramai dilalui masyarakat setiap hari.
Salah seorang warga, Nasir, mengatakan lubang tersebut sudah beberapa kali menyebabkan pengendara terjatuh.
"Sudah beberapa kali ada pengendara jatuh akibat lubang itu," kata Nasir saat ditemui Tribun-Sulbar.com.
Menurutnya, posisi lubang yang berada tepat di tikungan membuat pengendara sering terlambat menyadari keberadaannya.
Apalagi, lokasi tersebut berada di dekat jembatan sehingga ruang gerak kendaraan menjadi lebih terbatas.
Nasir menjelaskan, banyak pengendara sengaja mengambil sisi pinggir jalan saat melintasi tikungan karena khawatir berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Namun, ketika menghindar ke pinggir, mereka justru berisiko masuk ke lubang tersebut.
"Makanya banyak pengendara jatuh dan hampir jatuh karena lubang itu. Apalagi kalau berpapasan di tikungan," ujarnya.
Ia menambahkan, saat musim hujan kondisi menjadi semakin berbahaya karena lubang tertutup genangan air sehingga tidak terlihat oleh pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum kembali memakan korban.
Mereka menilai pemasangan ban bekas hanya menjadi solusi sementara untuk mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalan poros Desa Kasoloang tersebut. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan