SURYA.CO.ID SURABAYA - Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan wajah baru pelayanan paspor di Surabaya melalui peresmian Prestige Immigration Service (PIS) di BG Junction.
Tak sekadar berganti nama, layanan ini mengusung konsep immigration lounge yang lebih modern, nyaman, ramah anak, dan memanfaatkan teknologi agar pengalaman masyarakat saat mengurus paspor menjadi lebih praktis.
Transformasi dari Unit Layanan Paspor (ULP) Imigrasi Surabaya tersebut menghadirkan suasana yang jauh berbeda dari kantor pelayanan konvensional.
Ruang tunggu dirancang lebih nyaman, tersedia ruang laktasi, area bermain anak, fasilitas bagi lanjut usia, hingga makanan ringan dan minuman hangat bagi para pemohon.
Seluruh alur pelayanan juga ditata lebih efisien sehingga proses pendaftaran, verifikasi dokumen, wawancara, hingga pengambilan biometrik berlangsung lebih tertib tanpa antrean yang saling bertumpuk.
Baca juga: Imigrasi Surabaya Layani Pengambilan Data Biometrik Paspor Dinas, Jadi Percontohan Nasional
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari rebranding layanan agar mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk warga negara asing (WNA).
"Ini sebenarnya rebranding. Inovasi dari teman-teman Kantor Imigrasi Surabaya agar dari sisi nama lebih global karena bukan hanya melayani WNI, tetapi juga melayani WNA," ujarnya saat meresmikan Prestige Immigration Service, Kamis (2/7/2026).
Menurut Hendarsam, fasilitas yang tersedia bahkan telah melampaui standar pelayanan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik adalah hadirnya Game Corner di ruang anak. Berbeda dengan ruang bermain pada umumnya, anak-anak dapat menikmati permainan digital melalui konsol gim sehingga tidak mudah bosan saat menunggu proses pelayanan.
Tak hanya itu, area pengambilan biometrik untuk anak juga dirancang lebih ramah dengan mengadopsi konsep barbershop anak. Kursi berbentuk mobil disiapkan agar proses perekaman biometrik terasa lebih menyenangkan.
Baca juga: Layanan Paspor Layar Perak Resmi Dibuka di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
PIS juga menerapkan sistem antrean berbasis teknologi. Melalui informasi estimasi waktu secara real time, pemohon dapat mengetahui kapan gilirannya dipanggil tanpa harus terus berada di ruang pelayanan.
"Kalau misalnya estimasinya masih satu jam lagi, pemohon tidak harus menunggu di ruang pelayanan. Mereka bisa berjalan-jalan di mal, makan, atau berbelanja, lalu kembali saat waktunya tiba," katanya.
Hendarsam menegaskan, meski konsep pelayanannya berubah, penyelesaian paspor tetap mengikuti standar Direktorat Jenderal Imigrasi, yakni paling lama empat hari kerja setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap.
Selain menghadirkan suasana pelayanan yang lebih nyaman, Prestige Immigration Service juga menawarkan fleksibilitas waktu operasional. Berbeda dengan sebagian besar kantor imigrasi, layanan di BG Junction tetap buka pada hari Sabtu sehingga memudahkan masyarakat yang tidak sempat mengurus paspor pada hari kerja.
Menurut Hendarsam, konsep immigration lounge akan terus diperluas ke berbagai daerah. Saat ini Jawa Timur telah memiliki tiga layanan serupa, disertai pengembangan layanan melalui stan di kawasan Car Free Day maupun layanan portabel yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Kita akan masuk ke ruang-ruang yang belum terisi. Bentuk layanan tidak harus selalu di kantor imigrasi, bisa di mal, di Car Free Day, atau layanan portabel agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan terbaik," ujarnya.
Keunikan lain dari Prestige Immigration Service adalah adanya area khusus yang menampilkan berbagai produk hasil karya warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas), mulai dari kerajinan tangan, pakaian, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Menurut Hendarsam, keberadaan area tersebut merupakan bentuk sinergi antarsatuan kerja di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), sekaligus membuka peluang agar produk hasil pembinaan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
Pelayanan baru tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pemohon paspor elektronik, Luisa (26), warga Tambaksari, Surabaya, mengaku puas dengan fasilitas maupun pelayanan yang diterimanya saat mengurus perpanjangan paspor.
"Fasilitasnya sangat baik. Tempat duduknya banyak, ada gaming center, jadi tidak bosan menunggu. Petugasnya juga ramah dan menjelaskan prosesnya dengan jelas," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Luisa menuturkan proses pengajuan perpanjangan paspor berlangsung mudah karena sebagian tahapan telah dilakukan melalui aplikasi. Setibanya di lokasi, ia hanya mengisi formulir singkat sebelum menunggu panggilan.
Ia memilih Prestige Immigration Service BG Junction karena lokasinya paling dekat dengan tempat tinggalnya. Setelah paspornya selesai diperpanjang, Luisa berencana menggunakannya untuk berwisata ke Singapura.
Meski sempat menunggu sekitar 30 menit karena nomor antreannya berada di urutan belakang, ia mengaku waktu tersebut tidak terasa lantaran bisa memanfaatkan berbagai fasilitas di dalam pusat perbelanjaan.
"Kalau menunggu bisa jalan-jalan atau makan dulu. Menurut saya kalau mau mengurus paspor, mending di sini saja," ujarnya.