- Pihak kepolisian mengungkap alasan korban YTR tak bisa kabur selama 3 tahun lamanya seusai kekerasan dan penyekapan dilakukan oleh tersangka Taufik Hidayat.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar, Kombes Rumi Untari pada Kamis (3/7/2026).
Menurut Rumi, YTR tak bisa kabur karena rasa takut yang begitu besar.
Jawaban tersebut secara konsisten dan terus menerus dijawab oleh korban saat ditanya mengenai kondisinya.
YTR juga bersaksi bahwa ponselnya juga dikuasai sepenuhnya oleh Taufik Hidayat hingga tak punya akses untuk menghubungi keluarga atau orang lain.
"Ya memang ketakutan yang besar dari korban. Ponselnya dikuasai pelaku sejak awal," katanya, Kamis (2/7/2026) di Mapolda Jabar.
YTR juga tak melawan permintaan dari tersangka termasuk soal membuat tato wajah korban di tubuhnya.
Menurut YTR, setiap kali ia menolak permintaan Taufik, maka ia akan mendapatkan penyiksaan.
"Walau memang secara lisan tak ada paksaan. Tapi, kalau kami lihat kondisi psikis ya pasti ada ketakutan. Kalau menolak pasti dilakukan kekerasan terhadap korban," katanya.
Dalam rekonstruksi yang digelar pada Kamis (2/7), Taufik Hidayat mempraktekkan adegan pemukulan dengan helm.
Kemudian memukul korban dengan kaki meja yang terbuat dari besi.
Hingga adegan kala tersangka menyabetkan senjata tajam ke tubuh korban yang saat itu sudah tidak bisa melihat.
"Kami tadi fokus di TKP 3, 5, dan 6. Sedangkan TKP 4 hanya menampar sehingga luka di wajah ada darah yang menciprat ke dinding," ujarnya
Dari fakta pengakuan tersangka, Taufik juga beberapa kali berusaha memberikan obat dari apotek pada korban.
Pasalnya Taufik takut nantinya korban YTR akan meninggal dunia.
"Dia sempat beli obat di apotek karena takut korban meninggal, maka dia mencoba mengobatinya sendiri," katanya.