TRIBUN-MEDAN.com -Penggerebekan narkoba mendapat perlawanan dari warga.
Aipda Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi melawan bandar narkotika pada Rabu (1/7/2026) malam.
Polisi tersebut tewas dalam Insiden penggerebekan yang mendapat perlawanan dari warga tersebut terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Baca juga: Identitas TNI Pangkat Kolonel Aktif Terseret Kasus Korupsi MBG Bertugas di BGN
Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang tidak diketahui keberadaaanya pasca kejadian.
Insiden perlawanan pada petugas juga terjadi di Deli Serdang, Sumut.
Pada Minggu 28/6/2026), petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Deli Serdang mendapat perlawanan saat menggerebek kafe remang-remang 'sarang narkoba' di Patumbak.
Puluhan pria mengadang hingga melempar mobil yang ditumpangi personel BNN.
Hasil penggerebekan, 6 orang ditangkap, 4 jadi tersangka dan 25 pengunjung positif narkoba.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus tewasnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi melawan bandar narkotika.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pihaknya turut berduka cita atas gugurnya Yudhie saat sedang bertugas.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (2/7/2026).
Di sisi lain, Eko mengatakan pihaknya juga akan membantu untuk mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang saat ini masih hilang.
"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," tuturnya.
Eko mengatakan peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Dari hasil penyelidikan, terdapat seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan titik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.
"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," jelasnya.
Situasi semakin memanas lantaran massa terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel.
Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.
"Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Eko menyebut seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," tukasnya.
Insiden perlawanan juga dialami Badan Narkotika Nasional (BNN) Deli Serdang saat menggerebek kafe remang-remang di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Minggu 28 Juni 2026.
Puluhan orang menutup jalan.
Terlihat seorang pria marah-marah kepada petugas, sembari menanyakan surat tugas razia.
Kepala BNN wilayah Sumatera Utara, Brigjen Tatar Nugraha mengatakan, setelah diadang dan diserang, mereka melapor ke Polrestabes Medan.
Kemudian, personel Polrestabes datang menangkap enam orang para terduga pelaku pengerusakan di lokasi.
Namun, dari enam orang yang diamankan hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan.
Brigjen Tatar menyebut, keempatnya ialah MS (19), dan AIS (21), anak pemilik kafe remang-remang, warga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Kemudian, MAS (33), seorang mantan narapidana kasus narkoba, danSM SH (38), warga Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
"Tadinya enam orang dibawa ke Polrestabes, karena kita laporkan ke Polrestabes tentang kejadian perusakan. Kemudian kemarin, disampaikan bahwa empat orang ditahan, ya,"kata Kepala BNN Sumut, Brigjen Tatar Nugraha, Rabu (1/7/2026) saat ditemui Tribunmedan.com di Polda Sumut.
Tatar menjelaskan, perlawanan, pengerusakan, dan penyerangan yang mereka alami berawal pada Minggu 28 Juni 2026 kemarin, sekira pukul 1:30 WIB, sampai 14:30 WIB.
Saat itu, BNN Deli Serdang yang dipimpin Kombes Josua Tampubolon, Satpol PP, TNI, dan dinas Pariwisata melakukan razia di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Baca juga: OTT KPK, Seorang Bupati di Sumut yang Ditangkap Bersama Rekanan, 3 Dibawa ke Polrestabes Medan
Saat petugas datang, sekitar 100 pengunjung yang sedang berjoget berupaya melarikan diri. Namun, sejumlah pengunjung berhasil diadang dan dilakukan pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 25 pengunjung positif narkoba.
Sesudah diperiksa, 25 orang tersebut dimasukkan ke mobil dan dibawa.
Namun, puluhan orang ternyata sudah mengadang.
Mereka menanyakan surat tugas, menghalangi, memprovokasi, hingga akhirnya diduga merusak.
Baca juga: Penjelasan KPK, Bupati Langkat Ditangkap, Ondim Bersama 2 Orang, 1 Diciduk di Deliserdang
(*/tribunmedan.com)
Sumber: Tribun-medan.com/ Tribunkalteng.com