TRIBUNNEWS.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa akan kembali mewarnai Ibu Kota pada Jumat (3/7/2026) siang.
Dua kelompok mahasiswa dijadwalkan menggelar demonstrasi di lokasi berbeda, yakni kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dan Gedung DPR RI.
Diketahui, sejak Juni 2026, gelombang demo mahasiswa berlangsung di berbagai daerah dengan tuntutan yang cukup beragam, namun benang merahnya sama: kritik terhadap kebijakan pemerintah dan desakan reformasi.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah aksi mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) pada pertengahan Juni 2026.
Mahasiswa UBK bertemu langsung dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres.
Mahasiswa UBK menyampaikan sejumlah tuntutan, yaitu Evaluasi Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dianggap bermasalah dalam implementasi. Stabilitas Rupiah agar tidak terus melemah.
Harga BBM Nonsubsidi yang diminta tidak naik karena membebani masyarakat.
Baca juga: Demo di Mabes Polri, BEM UI Desak Pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Mahasiswa dari Universitas Pamulang (Unpam) dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Monas mulai pukul 13.00 WIB. Pada waktu yang sama, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan Koordinator Komisariat Universitas Nasional (Unas) akan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri.
Erlyn mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar menghindari ruas jalan yang menjadi lokasi aksi dan memilih jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
"Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, kami imbau masyarakat menggunakan jalur alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan," ujar Erlyn.
Untuk mengamankan jalannya aksi, aparat kepolisian mengerahkan sebanyak 1.074 personel gabungan yang berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek di wilayah hukum Jakarta Pusat.
Sejak pagi, apel pengamanan telah dilaksanakan di masing-masing titik aksi sebagai bagian dari persiapan pengamanan demonstrasi.
"Personel sudah kami siagakan sejak pagi untuk mengantisipasi dinamika di lapangan. Pengamanan dilakukan secara humanis dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," kata Erlyn.
Selain menyiapkan personel, kepolisian juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan secara situasional apabila terjadi peningkatan arus kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi.
Polisi juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, mematuhi aturan yang berlaku, serta tidak mengganggu ketertiban umum maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi unjuk rasa.