SURYA.co.id, SURABAYA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Kamis (2/7/2026) di Medan, menghasilkan sejumlah rekomendasi.
Di antaranya mendukung sejumlah percepatan pembangunan infrastruktur penghubung di beberapa kawasan.
Salah satu rekomendasi utama berkaitan dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
"Kami di akhir Rakernas ini juga memberikan rekomendasi," kata Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi.
"Kami sampaikan, nanti insyaallah mungkin ada yang juga langsung ke presiden, juga ada yang kami sampaikan ke menteri-menteri terkait dengan Trans Sumatra, Trans Kalimantan," katanya.
Wali Kota Eri meyakini konektivitas infrastruktur akan menjadi salah satu kunci dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan antardaerah.
"Karena infrastruktur ini ketika terkoneksi satu dengan yang lainnya, maka insyaallah yang namanya kemiskinan juga akan berkurang. Yang namanya ketimpangan juga akan terkurangi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa infrastruktur penghubung menjadi salah satu upaya percepatan pembangunan kawasan yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan daerah.
Pria yang juga Wali Kota Surabaya tersebut mencontohkan banyak daerah yang saling terhubung dapat saling memberikan kontribusi sekaligus.
Karenanya, Cak Eri mengungkapkan bahwa Rakernas XVIII APEKSI juga menjadi forum berbagi praktik terbaik antardaerah, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Termasuk kepala daerah di Sumatera.
"Ketika teman-teman Pekanbaru belajar mengambil ilmu dari kota lain yang sudah berjalan, PAD-nya Kota Pekanbaru, dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun, naik Rp400 miliar atau 50 persen," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut hadir dalam acara tersebut.
Senada dengan pandangan Cak Eri, AHY menyebut pembagunan menjadi strategi yang baik dalam membangkitkan ekonomi kawasan.
"Infrastruktur tidak hanya berfungsi menghubungkan wilayah secara fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk membuka akses ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat," papar AHY.
Menurut AHY, kota-kota di Indonesia saat ini tengah berada di bawah tekanan berat akibat lonjakan laju urbanisasi yang kian meninggi.
Tanpa adanya sistem konektivitas yang terintegrasi dengan matang, kota-kota tersebut terancam lumpuh dan terjebak dalam inefisiensi mobilitas manusia, barang, maupun jasa.
"Infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik akan membantu mengurangi ketimpangan antarwilayah, membuka sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru sesuai potensi daerah masing-masing, serta menghadirkan kota yang lebih modern, aman, nyaman, dan produktif," jelas Menko AHY.