Jadwal Iraw Tengkayu 2026 Berubah, Zainuddin: Tetap Masuk Kalender KEN Kementerian Pariwisata
Junisah July 03, 2026 01:50 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Tahun-tahun sebelumnya rangkaian kegiatan Festival Iraw Tengkayu di Tarakan Kalimantan Utara dilaksanakan Desember. Namun di tahun 2025 dilakukan Oktober dan tahun 2026 dilaksankan 4 dan 5 Juli. Meskipun terjadi perubahan jadwal tidak memengaruhi status Festival Iraw Tengkayu sebagai salah satu agenda budaya nasional yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan, Zainuddin, mengungkapkan, tidak ada ketentuan yang mengharuskan pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu digelar pada bulan tertentu. Menurutnya, penentuan jadwal sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkot Tarakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

"Jadi gini, tidak ada ketetapan bahwa Iraw itu harus dilaksanakan bulan Oktober, bulan Desember, nggak ada. Jadi tergantung nanti kebijakan oleh pemerintah kota," tegas Zainuddin.

Ia menjelaskan, perubahan jadwal tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata sehingga tidak memengaruhi posisi Iraw Tengkayu dalam kalender KEN.

Baca juga: Festival Iraw Tengkayu XV di Tarakan Dilaksanakan Dua Hari, Diramaikan Kendaraan dan Sepeda Hias

"KEN kan sudah kita lakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Dan kita sudah menyampaikan itu dan kemudian sudah direvisi di dalam KEN," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap pelaksanaan Iraw Tengkayu tahun ini dapat kembali dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kemudian kita juga mengundang dari Kementerian Pariwisata, mudah-mudahan nanti bisa dihadiri setingkat pejabat tingginya lah. Seperti tahun-tahun lalu," katanya.

Zainuddin mengungkapkan, Festival Iraw Tengkayu merupakan salah satu agenda budaya yang mampu mempertahankan eksistensinya di tingkat nasional. Bahkan, event budaya khas Kota Tarakan tersebut telah lima kali berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara.

"Tapi ini saya informasi bahwa Iraw Tengkayu ini kita lihat sederhana saja, tapi sudah masuk lima kali dalam KEN. Untuk kabupaten kota lain, untuk masuk tiga kali berat. Saya juga heran. Tapi ini sebuah prestasi buat kita semua," ujarnya.

Baca juga: Progres Pengerjaan Padaw Tuju Dulung Capai 70 Persen, Ditarget Rampung H-1 Puncak Iraw Tengkayu

Menurutnya, keberhasilan Festival Iraw Tengkayu masuk dalam KEN bukan tanpa alasan. Penilaian dilakukan oleh kurator independen berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari pelestarian budaya hingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Salah satu yang saya ingat itu adalah dia memberikan dampak ekonomi buat masyarakat. Salah satu unsur penilaian. Di samping juga pelestarian budaya, kemudian manajemen pengelolaan," katanya.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut patut disyukuri mengingat anggaran yang dimiliki Kota Tarakan relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Utara. Meski demikian, Iraw Tengkayu tetap mampu mempertahankan kualitas penyelenggaraannya hingga kembali masuk dalam KEN untuk kelima kalinya.

"Dengan dana yang paling terkecil mungkin di antara kabupaten kota yang ada di Kalimantan Utara, tapi kita mampu bertahan sampai kelima kalinya," ujarnya.

Sementara itu,  Zainuddin memperkirakan anggaran penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu tahun ini berada pada kisaran Rp1 miliar lebih. Nilai tersebut telah disesuaikan sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Akibat penyesuaian tersebut, sejumlah komponen pelaksanaan kegiatan turut mengalami pengurangan. Namun, panitia memastikan esensi dan kualitas pelaksanaan tetap dipertahankan.

ZAINUDDIN- Sekretaris Disbudporapar Tarakan, Zainuddin
ZAINUDDIN- Sekretaris Disbudporapar Tarakan, Zainuddin (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

"Tentu saja tenaga pengaman dikurang. Keterlibatan kepanitiaan itu dikurangi. Kemudian jumlah penari juga mungkin dikurangi. Tapi kami tetap bertahan 150 penari tahun ini," katanya.

Ia menjelaskan, jumlah penari tahun ini memang lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang pernah melibatkan hingga 250 penari. Namun, pengurangan tersebut dilakukan agar kesejahteraan para penampil tetap terjaga.

"Kalau tahun sebelumnya sampai 250. Tapi lama-lama menurun. Tapi menurun itu supaya honornya lebih besar," ujarnya.

Meski jumlah penari dikurangi, Zainuddin memastikan besaran honorarium yang diterima para penampil tidak mengalami penurunan.

"Honor tidak berkurang," tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.