Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan gerakan pemilahan sampah tidak hanya disambut antusias oleh masyarakat, melainkan juga sang istri yang menerapkan gerakan tersebut di rumahnya.

Pramono menceritakan sebagai pihak yang menyusun instruksi gubernur (Ingub) mengenai pengelolaan sampah, awalnya ia mengatur agar sampah dipilah ke dalam empat kategori. Namun, respons istrinya terhadap aturan tersebut justru jauh melampaui perkiraannya.

“Bahkan bukan hanya di luar, di rumah pun sambutannya lebih luar biasa. Saya yang membuat Ingub, yang mengatur dibagi empat, dan ternyata istri saya lebih dari yang saya perkirakan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Dia pun membagikan satu pengalaman saat membeli makanan yang biasanya menyisakan kemasan plastik, termasuk bungkus saus atau sambal.

Pria yang akrab disapa Pram itu mengaku terbiasa langsung membuang bungkus saus atau sambal yang tidak terpakai. Namun, kebiasaan itu kini tidak lagi bisa dilakukan begitu saja setelah adanya gerakan pilah sampah di rumah.

“Kalau saya melakukan itu, istri saya bilang, ‘Kamu yang membuat Ingub, harus kamu cuci dulu plastiknya’,” ungkap Pramono.

Dia pun berseloroh sejak saat itu, istrinya berubah menjadi “pengawas” dalam menjalankan aturan tersebut di rumah.

“Itulah sumber permasalahan di rumah. Dalam hati saya, kenapa istri saya jadi pengawas saya, ya? Dan ini benar-benar true story, Bapak, Ibu,” ucap Pramono.

Melalui cerita tersebut, Pramono ingin menggambarkan bahwa keberhasilan gerakan memilah sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada perubahan kebiasaan yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Menurut dia, penerapan pengelolaan sampah dari rumah menjadi kunci untuk membangun budaya pengurangan sampah di Jakarta.