Rencana Israel Habisi 2 Pejabat Iran Digagalkan AS, Khawatir Perundingan Damai Gagal Total
Aura Dewi Arafuru July 03, 2026 02:42 PM

- Israel disebut sempat berencana membunuh dua pejabat penting Iran di tengah perang yang masih berlangsung.

Namun, rencana tersebut dikabarkan dibatalkan setelah Amerika Serikat turun tangan demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan damai.

Laporan itu diungkap seorang pejabat Pakistan yang mengetahui proses diplomasi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurutnya, Israel sempat menjadikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai target operasi.

Islamabad kemudian meminta Amerika Serikat mencegah rencana tersebut.

Pakistan menilai kedua pejabat itu memiliki peran penting dalam proses negosiasi.

Jika keduanya terbunuh, jalur diplomasi dikhawatirkan akan terputus.

Pejabat Pakistan mengatakan AS akhirnya meminta Israel mengurungkan rencana tersebut.

Langkah itu dilakukan demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan damai.

Laporan tersebut juga diperkuat oleh sejumlah sumber Amerika Serikat yang dikutip The New York Times.

Mereka menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump mengetahui Mohammad Bagher Ghalibaf masuk dalam daftar target Israel.

Washington disebut langsung meminta Tel Aviv agar operasi tersebut tidak dilaksanakan.

Pemerintah AS khawatir pembunuhan terhadap para negosiator utama Iran justru menggagalkan proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Sejak awal konflik, Israel memang disebut menjadikan para pemimpin politik dan militer Iran sebagai sasaran utama.

Namun, ketika pembahasan gencatan senjata mulai berjalan, Washington menilai langkah itu justru dapat memperburuk situasi.

AS bahkan disebut meminta Pakistan dan Qatar menyampaikan peringatan kepada Teheran mengenai potensi operasi rahasia Israel.

Sementara itu, sejumlah pejabat senior Iran mengungkap Mohammad Bagher Ghalibaf sedikitnya dua kali lolos dari dugaan upaya pembunuhan.

Salah satunya terjadi saat Israel menargetkan sebuah pertemuan rahasia pejabat tinggi Iran di sebuah bunker bawah gunung.

Dalam insiden tersebut, Ghalibaf dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Ancaman serupa juga disebut muncul menjelang agenda diplomatik yang berlangsung di Pakistan pada April 2026. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.