Petisi Boikot Sarwendah Tembus 16 Ribu Tanda Tangan, Polemik dengan Ruben Onsu Jadi Sorotan
Candra Isriadhi July 03, 2026 02:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Muncul petisi boikot terhadap Sarwendah di tengah polemik yang menyeret namanya bersama Ruben Onsu.

Petisi tersebut menjadi sorotan publik lantaran jumlah penandatangan terus bertambah dan kini telah menembus lebih dari 16 ribu orang.

Nama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

BOIKOT SARWENDAH - Muncul petisi boikot Sarwendah di media sosial,
BOIKOT SARWENDAH - Muncul petisi boikot Sarwendah di media sosial, (Dok./change.org)

Polemik yang melibatkan mantan istri Ruben Onsu itu belum juga mereda dan terus memicu beragam reaksi dari publik.

Setelah sebelumnya menjadi sasaran hujatan di media sosial hingga akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, kini Sarwendah kembali menjadi sorotan.

Kali ini, muncul sebuah petisi daring yang menyerukan boikot terhadap dirinya.

Petisi tersebut dibuat melalui platform Change.org dengan judul "Cancel Sarwendah Dari Media Sosial".

Dalam waktu singkat, petisi itu langsung menarik perhatian warganet dan memperoleh ribuan dukungan.

Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang

Awalnya, petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 12 ribu tanda tangan.

Namun, jumlah dukungan terus bertambah seiring tingginya perhatian publik terhadap polemik yang berkembang.

Tercatat sebanyak lebih dari 16.438 orang telah menandatangani petisi tersebut. 

Bahkan, berdasarkan informasi yang tertera di halaman petisi, lebih dari 4.000 dukungan masuk hanya dalam kurun waktu satu hari.

MOMEN HARU - Ruben Onsu bertemu dan melepas rindu dengan kedua putrinya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (22/6/2026), sebelum berangkat menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci.
MOMEN HARU - Ruben Onsu bertemu dan melepas rindu dengan kedua putrinya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (22/6/2026), sebelum berangkat menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Dalam keterangan yang disertakan pada halaman petisi, pembuat petisi menjelaskan bahwa gerakan tersebut berkaitan dengan laporan hukum yang diajukan Sarwendah terhadap sejumlah pengguna media sosial.

"Gerakan ini adalah bentuk dukung untuk perlindungan hukum bagi teman-teman penggiat media sosial terkait laporan Sarwendah," tulis petisi tersebut sebagaimana dikutip dari platform Change.org.

Kemunculan petisi ini pun kembali memantik perbincangan di media sosial.

Berbagai tanggapan bermunculan dari warganet, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi langkah tersebut. 

Hingga kini, jumlah penandatangan petisi masih terus bertambah seiring tingginya perhatian publik terhadap perkembangan polemik yang melibatkan Sarwendah.

Baca juga: Ruben Onsu Sebar Bukti Pernah Dibuntuti oleh Giorgio Antonio saat Ketemu Anak: Saya Orangtua Kandung

Pembuat petisi juga mengeklaim bahwa langkah hukum tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan kreator konten. 

Mereka menyebut banyak pengguna media sosial merasa terancam akibat pelaporan yang dilakukan Sarwendah terhadap berbagai konten di internet.

Dalam penjelasannya, petisi itu menilai langkah hukum tersebut berpotensi membatasi ruang kebebasan berekspresi di media sosial.

Menurut mereka, pelaporan terhadap konten yang dianggap sebagai bentuk opini publik justru dapat melemahkan hak berekspresi yang semestinya dilindungi.

Melalui petisi tersebut, masyarakat kemudian diajak untuk memberikan dukungan dengan menandatangani pernyataan yang disediakan.

Ramai Komentar Pendukung

KABAR ARTIS - Sarwendah kunjungi Komnas Perempuan, terungkap alasan di balik kedatangannya. (Sarwendah saat ditemui di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (23/6/2026)).
KABAR ARTIS - Sarwendah kunjungi Komnas Perempuan, terungkap alasan di balik kedatangannya. (Sarwendah saat ditemui di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (23/6/2026)). (Grid.id/Christine Tesalonika)

Selain jumlah tanda tangan yang terus bertambah, kolom komentar pada halaman petisi juga dipenuhi berbagai tanggapan dari para pendukung.

Sebagian besar komentar berisi kritik terhadap sikap Sarwendah selama polemik berlangsung.

Beberapa warganet menilai Sarwendah sudah tidak lagi pantas dijadikan panutan di media sosial karena dianggap kerap membawa urusan pribadi ke ruang publik.

Ada pula yang menyoroti cara ia membahas mantan suaminya serta dampaknya terhadap anak-anak.

Tak sedikit pula komentar yang secara singkat menyatakan dukungan terhadap gerakan boikot tersebut.

Kemunculan petisi tersebut berawal dari polemik yang lebih dulu ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebelumnya, Sarwendah menjadi sorotan setelah beberapa kali melakukan siaran langsung yang membahas kehidupan pribadinya pasca perceraian dengan Ruben Onsu.

Dalam sejumlah sesi siaran tersebut, Sarwendah sempat melontarkan kata-kata yang dianggap kurang pantas dan dinilai berkaitan dengan hubungan dirinya bersama mantan suami.

Potongan video dari siaran langsung itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons publik.

Sebagian warganet menunjukkan simpati, namun tidak sedikit pula yang menilai Sarwendah terlalu membuka urusan pribadi dan dianggap menyudutkan pihak lain.

Perdebatan pun semakin meluas hingga menjadikan namanya ramai diperbincangkan di media sosial.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi seruan boikot terhadap Sarwendah.

Tidak hanya dirinya, sejumlah merek yang memiliki kerja sama dengannya juga ikut menjadi perhatian warganet.

Sejumlah akun media sosial bahkan mendesak perusahaan-perusahaan terkait untuk mengevaluasi kerja sama dengan Sarwendah, dengan alasan khawatir polemik tersebut dapat berdampak pada citra merek.

(Tribunnewsmaker.com/Grid.id/Fidiah Nuzul Aini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.