Deg-degan Menunggu, Cerita Leon Isi Libur Sekolah dengan Khitan Massal PT Pegadaian
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Libur sekolah yang biasanya diisi dengan bermain atau berwisata dimanfaatkan berbeda oleh 100 anak di Kota Salatiga, Jumat (3/7/2026).
Sejak pagi, mereka memenuhi lokasi Khitan Massal Seru yang digelar di kantor PT Pegadaian Salatiga. Di balik wajah-wajah tegang, terselip semangat untuk menjalani satu fase penting dalam kehidupan mereka.
Di antara deretan peserta, Leonardo Michael Aprilio (10) sempat merasa tegang saat menunggu namanya dipanggil. Namun, begitu memasuki ruangan, raut gugup di wajah siswa kelas V sekolah dasar itu perlahan menghilang.
Ia justru tampak lebih santai saat menjalani proses khitan. Ia mengikuti arahan tenaga medis dengan tenang.
Usai tindakan, Leon, sapaannya, mengaku rasa sakit yang ia bayangkan sebelumnya ternyata tidak sebesar yang diperkirakan.
"Sakit saat waktu disuntik saja. Setelah itu, sudah tidak sakit lagi. Tadi sempat deg-degan, tetapi sekarang senang," ujarnya.
Bagi banyak keluarga, masa libur sekolah memang menjadi waktu yang paling tepat untuk mengkhitankan anak. Selain tidak mengganggu kegiatan belajar, anak juga memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat selama masa pemulihan.
Hal itulah yang membuat antusiasme masyarakat begitu tinggi. Sebanyak 100 anak mengikuti khitan massal yang digelar oleh PT Pegadaian Kanwil Semarang di Salatiga. Sebelumnya, sekitar 130 anak mengikuti kegiatan serupa di Kota Semarang pada Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, sang Kakek Leon, Prasojo mengaku, langsung mendaftarkan cucunya setelah memperoleh informasi dari rekannya ada program khitan massal yang digelar Pegadaian.
Baginya, program itu sangat membantu karena seluruh proses dilakukan tanpa dipungut biaya.
"Senang sekali karena semuanya gratis. Anaknya juga mendapat perlengkapan dan bingkisan. Program seperti ini sangat membantu masyarakat," kata warga Cebongan, Kota Salatiga tersebut.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Semarang, Anwar Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang telah rutin dilaksanakan selama lebih dari lima tahun.
Menurutnya, pelayanan tidak berhenti setelah proses khitan selesai. Anak-anak akan tetpa mendapat perhatian hingga mereka benar-benar pulih. Orang tua akan tergabung dalam grup bersama tenaga medis sehingga jika muncul keluhan selama pemulihan, penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
"Mulai dari proses khitan, penyelesaian, hingga penyembuhan jadi tanggung jawab kami, PT Pegadaian. Tim medis masih bertanggungjawab sampai penyembuhan nanti," katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen dan tanggung jawab sosial PT Pegadaian kepada masyarakat. Ia berharap program inu bisa memberikan dampak positif sekaligus meringankan beban keluarga dalam proses khitan anak.
Persyaratan mengikuti program tersebut pun sederhana. Masyarakat hanya diminta mengisi formulir pendaftaran secara daring serta mengunggah identitas dan kartu keluarga tanpa diwajibkan menjadi nasabah Pegadaian.
"Yang penting hanya mengisi link pendaftaran dan mengunggah identitas. Tidak perlu menjadi nasabah Pegadaian untuk mengikuti program ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga, Riyani Isyana Pramasanthi mengapresiasi program tanggungjawab sosial PT Pegagdaian. Program tersebut dinilai mampu membantu mengurangi beban ekonomi keluarga, terutama pada masa libur sekolah ketika banyak orang tua memilih mengkhitankan anaknya.
"Kami sangat mengapresiasi CSR yang diberikan PT Pegadaian kepada masyarakat Kota Salatiga dan sekitarnya. Ini bisa mengurangi beban hidup masyarakat dan waktunya juga sangat tepat saat liburan sekolah," katanya.
Ia juga mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, jumlah peserta hampir mencapai 100 anak di Salatiga merupakan capaian yang cukup besar dibandingkan pelaksanaan khitan massal pada umumnya.
"Biasanya mencari peserta khitan massal tidak mudah, tetapi kali ini pesertanya luar biasa banyak. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. (eyf)