Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Terbit, Hyundai Pilih Tunggu Kebijakan Pemerintah
Seno Tri Sulistiyono July 03, 2026 03:21 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah memberikan insentif pembelian kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) untuk 200.000 unit hingga kini belum juga terealisasi.

Semula insentif tersebut dijadwalkan berlaku pada Juni 2026, namun terus mengalami penundaan dan kini dikabarkan baru akan diterapkan mulai 1 Agustus 2026.

Kondisi ini membuat pelaku industri otomotif dan konsumen Tanah Air masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah.

Baca juga: Insentif Mobil Listrik Belum Jelas, Pelaku Usaha Minta Kepastian

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan molornya penerbitan kebijakan insentif tersebut.

"Nggak ada, kita hanya nunggu aturan dari pemerintah. Karena seperti teman-teman tahu bahwa kalau kita ingin berjualan otomotif di Indonesia ada dua, satu customer satu lagi regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Dan untuk regulasi sendiri kita selalu mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah. Kita nggak pernah komplain," tutur Frans kepada Wartawan ditemui di Hyundai N Experience, SCBD, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

Hyundai berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang dapat mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

"Harapannya tentunya pastinya Indonesia bisa memberikan policy-policy atau kebijakan yang mendukung engine ataupun powertrain yang lebih ramah lingkungan," ucapnya.

Menanggapi kemungkinan penundaan insentif berlangsung lebih lama, Frans menilai pasar otomotif nasional masih bergerak stabil meski belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Ia berpandangan bahwa pasar mobil baru tahun ini akan sama seperti tahun 2025 yang mencapai lebih dari 800.000 unit.

"Saya rasa kalau melihat dari perkembangan market sekarang, kita lihat market sekarang kan 330.000, most likely akan sama dengan tahun lalu gitu, atau berbedanya paling mungkin sekitar 1-2 persen dibandingkan tahun lalu," kata Frans.

Meski demikian, Hyundai masih berharap penjualan kendaraan dapat terdongkrak pada paruh kedua tahun ini, terutama pada kuartal IV dan momentum pameran otomotif GIIAS 2026.

"Tapi kita lihat nanti apakah di kuarter 4 akan ada kejutan ataupun pada saat GIIAS animonya masyarakat akan datang. Kita sama-sama berdoa supaya industri otomotif di Indonesia lebih maju lagi," imbuh Frans

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.