BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lapas Kelas IIA Pangkalpinang terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian melalui Agroedupark Kemandirian, kawasan pembinaan agrobisnis terpadu bagi Warga Binaan.
Salah satu program yang dikembangkan ialah budidaya ikan lele, nila, dan ikan hias sebagai sarana membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis dan pengalaman berwirausaha.
Kegiatan ini melibatkan Warga Binaan mulai dari pemberian pakan, perawatan air kolam, hingga persiapan panen.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, budidaya perikanan di Agroedupark Kemandirian juga menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta mendukung pembinaan produktif dan program ketahanan pangan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, mengatakan Agroedupark Kemandirian merupakan sarana pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan melalui berbagai kegiatan produktif.
"Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas," ujar Mulsa, Jumat (3/7/2026).
Mulsa berharap Warga Binaan memiliki kompetensi dan kepercayaan diri untuk memulai usaha atau bekerja secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.
"Budidaya perikanan menjadi salah satu bidang yang memiliki nilai ekonomis, sekaligus mendukung program ketahanan pangan," katanya.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Eko Cahyono, menjelaskan pembinaan di bidang perikanan dilaksanakan secara terarah dengan pendampingan petugas agar Warga Binaan memahami teknik budidaya yang baik.
"Kami ingin Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja yang nyata, melalui Agroedupark Kemandirian. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan lebih siap berusaha secara mandiri, memiliki nilai tambah, dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas," tutur Eko Cahyono.
Melalui Agroedupark Kemandirian, Lapas Pangkalpinang berharap program pembinaan kemandirian terus memberikan manfaat nyata, mendukung ketahanan pangan, serta menghasilkan produk bernilai ekonomis.
"Melalui bekal keterampilan yang diperoleh, Warga Binaan diharapkan menjadi pribadi yang produktif, mandiri dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat," bebernya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)