TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Laga sengit yang mempertemukan raksasa Eropa melawan kekuatan tangguh Amerika Latin akan tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Tim Nasional Prancis dijadwalkan bertanding menghadapi Paraguay di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Minggu 5 Juli 2026 pukul 04.00 WIB dini hari demi memperebutkan satu tiket menuju babak perempat final.
Pertandingan fase gugur ini diprediksi bakal menyedot perhatian besar.
Prancis yang berstatus sebagai salah satu kandidat kuat juara turnamen akan ditantang oleh Paraguay, sang pembunuh raksasa yang baru saja membuat kejutan terbesar di putaran sebelumnya.
Antusiasme menyambut duel panas babak 16 besar ini ikut disoroti oleh pencinta sepak bola di Kota Khatulistiwa.
Panca, seorang warga Pontianak yang juga merupakan pendukung setia timnas Prancis, memberikan prediksinya untuk pertandingan esok hari.
• Kanada vs Maroko, Warga Pontianak: Pembuktian Sejarah Tuan Rumah Hadapi Kedigdayaan Singa Atlas
"Melihat persentase, Prancis memang unggul sangat jauh sampai 82 persen karena materi pemain kita merata dan Mbappe lagi tajam-tajamnya dengan enam gol," kata Panca.
"Tapi pelatih Didier Deschamps benar, kita tidak boleh meremehkan karakter Amerika Latin milik Paraguay. Lini pertahanan Paraguay yang sanggup meredam 21 tembakan Jerman menjadi bukti nyata bahwa mereka memiliki pertahanan yang sangat kokoh. Sebagai pendukung Prancis, saya optimistis Les Bleus tetap menang, tapi harus bekerja keras membongkar momentum pertahanan berlapis dengan prediksi skor akhir 2-0," ungkap Panca saat diwawancarai Tribun Pontianak.
Langkah Prancis menuju babak 16 besar terbilang sangat mulus.
Anak asuh Didier Deschamps sukses melaju dari fase knockout dengan rekor mentereng berupa sapu bersih kemenangan di fase grup.
Kedigdayaan Les Bleus kian menegangkan setelah mereka menggilas Swedia dengan skor telak 3-0 tanpa balas pada babak 32 besar.
Sementara itu, Paraguay menembus babak perdelapan final ini dengan cara yang sangat dramatis.
Tim berjuluk La Albirroja tersebut sukses menyingkirkan tim raksasa Jerman lewat drama adu penalti yang menegangkan.
Ini menjadi momen sejarah bagi Paraguay karena untuk pertama kalinya mereka kembali lolos ke fase gugur Piala Dunia sejak terakhir kali merasakannya pada edisi 2010 di Afrika Selatan silam.
Kylian Mbappe dipastikan tetap menjadi motor serangan utama sekaligus momok paling menakutkan bagi lini pertahanan lawan.
Penyerang andalan Prancis ini sedang on-fire setelah sukses menyumbang enam gol dari total 13 gol yang sudah dlesakkan skuad Prancis sepanjang turnamen.
Di kubu lawan, Paraguay akan sangat bertumpu pada organisasi pertahanan mereka yang terkenal sangat rapat dan disiplin.
Ketangguhan benteng pertahanan La Albirroja bakal diuji kembali setelah sebelumnya mereka terbukti mampu menahan gempuran masif berupa 21 tembakan yang dilepaskan oleh para pemain Jerman.
Mengenai ketangguhan lawannya, pelatih Prancis Didier Deschamps memberikan pandangannya.
"Saya sudah melihat permainan mereka. Lolos ke babak ini bukan kebetulan karena Jerman tim bagus. Paraguay punya karakter khas tim Amerika Latin, mereka kuat dalam duel satu lawan satu, juga memiliki pemain-pemain berkualitas. Anda tidak bisa mencapai babak 16 besar Piala Dunia hanya karena beruntung," ujar Deschamps dilansir fifa.com.
Berdasarkan catatan sejarah, pertandingan ini akan menjadi pertemuan ketiga bagi Prancis dan Paraguay di sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Dalam dua pertemuan sebelumnya, Prancis menyapu bersih kemenangan, yakni menang besar dengan skor 7-3 pada Piala Dunia edisi 1958, serta menang tipis 1-0 lewat babak perpanjangan waktu pada babak 16 besar edisi 1998 silam.
Melihat data infografis peluang menang dalam durasi 90 menit pertandingan, Prancis ditempatkan sebagai unggulan utama yang sangat dominan:
Peluang kemenangan Paraguay sebesar 5 persen.
Peluang kemenangan Prancis sebesar 82 persen.
Peluang pertandingan berakhir imbang di waktu normal sebesar 13 persen.
Prancis dengan formasi 4-3-3: Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Theo Hernandez; Griezmann, Tchouameni, Rabiot; Dembele, Marcus Thurman, Kylian Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps.
Paraguay dengan formasi 4-4-2: Gatito Fernandez; Caceres, Balbuena, Alderete, Alonso; Villasanti, Cubas, Diego Gomez, Almiron; Enciso, Sanabria.
Pelatih: Gustavo Alfaro.