TRIBUNSUMSEL.COM – Istilah literasi dan numerasi semakin sering terdengar di dunia pendidikan. Keduanya menjadi bagian penting dalam proses belajar siswa, bahkan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran di sekolah.
Namun, masih banyak orang tua maupun siswa yang menganggap literasi hanya berarti "pandai membaca", sedangkan numerasi identik dengan "pandai berhitung". Padahal, makna keduanya jauh lebih luas.
Lalu, apa sebenarnya pengertian dan perbedaan literasi dan numerasi? Berikut penjelasannya.
Literasi adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengolah, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan, gambar, simbol, maupun informasi yang disampaikan secara lisan.
Dengan kata lain, literasi bukan sekadar bisa membaca huruf atau kalimat, tetapi juga mampu memahami isi informasi dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kegiatan literasi yang sering dilakukan siswa antara lain:
Contoh sederhana:
Intinya, literasi berfokus pada kemampuan memahami informasi dan makna.
Numerasi adalah kemampuan menggunakan angka, data, simbol matematika, dan logika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Numerasi bukan berarti harus mahir mengerjakan soal matematika yang sulit. Yang lebih penting adalah mampu menggunakan konsep matematika dalam situasi nyata.
Berikut beberapa contoh kegiatan numerasi:
Contoh sederhana:
Di kantin sekolah, seorang siswa membeli nasi seharga Rp12.000 dan teh seharga Rp5.000. Ia membayar dengan uang Rp20.000. Siswa tersebut harus menghitung berapa uang kembalian yang diterima.
Kegiatan ini merupakan contoh numerasi karena menggunakan kemampuan berhitung untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari.
Intinya, numerasi berfokus pada penggunaan angka, data, dan logika dalam mengambil keputusan.
Walaupun saling berkaitan, literasi dan numerasi memiliki fokus yang berbeda.
Sebagai contoh, seorang siswa mungkin sangat lancar membaca cerita dan memahami isi bacaan. Namun, ia belum tentu mampu menghitung persentase atau membaca grafik dengan benar. Sebaliknya, ada siswa yang cepat memahami angka, tetapi masih kesulitan menangkap isi bacaan.
Artinya, literasi dan numerasi adalah dua kemampuan yang berbeda, tetapi sama-sama penting.
Dalam kegiatan belajar, literasi dan numerasi hampir selalu berjalan berdampingan.
Seorang siswa membaca soal:
"Di perpustakaan terdapat 120 buku. Sebanyak 35 buku dipinjam siswa. Berapa buku yang masih tersedia?"
Untuk menjawab soal tersebut, siswa harus:
Memahami isi soal terlebih dahulu (literasi).
Menentukan operasi hitung yang tepat, yaitu pengurangan (numerasi).
Guru meminta siswa mengamati jumlah sampah plastik yang ditemukan di sekolah selama satu minggu.
Siswa kemudian:
Membaca petunjuk kegiatan (literasi).
Menghitung jumlah sampah setiap hari (numerasi).
Membuat grafik hasil pengamatan (numerasi).
Menjelaskan hasil pengamatan dalam bentuk laporan (literasi).
Guru menampilkan data kehadiran kelas.
Siswa diminta:
Membaca tabel kehadiran (literasi).
Menghitung persentase kehadiran setiap siswa (numerasi).
Menjelaskan hasil perhitungan tersebut (literasi).
Mengapa Literasi dan Numerasi Penting?
Kemampuan literasi dan numerasi tidak hanya dibutuhkan saat belajar di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Mengatur keuangan.
Menghitung diskon saat berbelanja.
Membaca tagihan listrik atau air.
Memahami grafik cuaca, hasil survei, atau data kesehatan.
Mengambil keputusan berdasarkan angka dan data.
Dengan demikian Literasi dan numerasi merupakan dua keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap siswa.
Literasi adalah kemampuan memahami dan menggunakan informasi, sedangkan numerasi adalah kemampuan menggunakan angka, data, dan logika untuk menyelesaikan masalah.
Keduanya saling melengkapi. Seorang siswa tidak cukup hanya pandai membaca atau hanya mahir berhitung. Ia juga harus mampu memahami informasi sekaligus mengolah data untuk mengambil keputusan yang tepat.
Dengan kemampuan literasi dan numerasi yang baik, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, dan kehidupan sehari-hari di era digital.
Demikian penjelasan Pengertian Literasi dan Numerasi serta Perbedaannya, Berikut Contoh dan Penerapannya di Sekolah. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: 15 Prompt AI Hari Bank Indonesia 2026 untuk Spanduk, Banner, Poster hingga Twibbon Dirayakan 5 Juli
Baca juga: Perbedaan Arti Audzubillah dan Naudzubillahi Lengkap Kapan Waktu yang Tengkap Penggunaannya
Baca juga: Hadis tentang Menzalimi Diri Sendiri Lengkap Doanya, Berikut Contoh Sikap yang Harus Dihindari
Baca juga: Makna Hadits Malla Yarham La Yurham, Siapa yang tidak Menyayangi tidak Akan Disayangi