TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO – Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone dipastikan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 pada 7 hingga 14 November mendatang.
Meski sama-sama menjadi tuan rumah, lokasi seremoni pembukaan Porprov Sulsel XVIII masih menjadi perhatian setelah muncul perbedaan informasi antara KONI Wajo dan KONI Sulsel.
Bone dan Wajo merupakan dua daerah di wilayah timur Sulsel.
Kedua kabupaten bertetangga dan dihubungkan jalur darat lintas provinsi.
Jarak antara pusat Kota Watampone ibu kota Kabupaten Bone dan Kota Sengkang ibu kota Kabupaten Wajo sekitar 115–125 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 2,5 hingga 3 jam menggunakan kendaraan melalui Jalan Poros Bone–Wajo.
Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wajo, Muhammad Askar, mengatakan pembukaan Porprov berpeluang digelar di Wajo.
Menurutnya, peluang tersebut muncul setelah jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Wajo bertambah.
Saat ini, kata Askar, KONI Wajo juga terus mematangkan berbagai persiapan menuju pelaksanaan Porprov Sulsel XVIII.
Salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama seluruh cabang olahraga terkait persiapan atlet dan mekanisme penggunaan anggaran pembinaan.
"Sementara kami koordinasi dengan cabor terkait persiapan dan proses penggunaan anggaran. Sebab, dikhawatirkan ada cabor yang belum memahami alur pendanaan melalui KONI," ujar Askar kepada Tribun-Timur.com melalui sambungan WhatsApp, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Wajo telah mengalokasikan anggaran pembinaan cabang olahraga sebesar Rp6,7 miliar.
"Betul, totalnya lebih dari Rp6 miliar khusus pembinaan. Itu di luar anggaran penyelenggaraan yang disiapkan pemerintah daerah," katanya.
Askar menjelaskan, berdasarkan pembagian terbaru, terdapat 24 cabang olahraga akan dipertandingkan di Wajo.
Jumlah tersebut bertambah setelah empat cabang olahraga, yakni berkuda, wushu, binaraga, dan yongmoodo, masuk dalam daftar pertandingan di Wajo.
Menurut Askar, jika mengacu pada kesepakatan awal, daerah yang mempertandingkan cabang olahraga terbanyak akan menjadi lokasi pembukaan Porprov.
"Kalau berdasarkan aturan, pembukaan dilaksanakan di daerah yang paling banyak mempertandingkan cabang olahraga. Dengan tambahan empat cabor itu, otomatis Wajo yang melaksanakan pembukaan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui keputusan akhir tetap berada di tangan KONI Sulsel.
"Kecuali ada kebijakan lain di luar kewenangan kami," tambahnya.
KONI Sulsel Sebelumnya Sebut Bone
Sebelumnya, Ketua Harian KONI Sulsel, Abdul Chalik Suang, menyatakan Kabupaten Bone akan menjadi lokasi pembukaan Porprov Sulsel XVIII.
Saat itu, ia menyebut pembagian pertandingan terdiri atas 25 cabang olahraga di Kabupaten Bone dan 20 cabang olahraga di Kabupaten Wajo, atau total 45 cabang olahraga yang dipertandingkan.
"Betul, ada 45 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov Sulsel tahun ini," ujar Chalik saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui WhatsApp, Selasa (22/6/2026).
Menurutnya, kesepakatan awal menetapkan daerah yang mempertandingkan cabang olahraga terbanyak sebagai lokasi pembukaan.
"Kesepakatannya, siapa daerah yang paling banyak cabor bertanding, maka daerah itu menjadi tuan rumah pembukaan. Jadi dipastikan Bone yang menjadi tuan rumah pembukaan," katanya.
Ia menegaskan kesepakatan tersebut telah dibuat bersama, meski hingga kini belum dituangkan dalam Surat Keputusan (SK).
"Tidak boleh lagi ada perubahan. Sudah disepakati meski belum ada SK," tegasnya.
Bone Matangkan Persiapan
Di tengah perbedaan informasi mengenai lokasi pembukaan, Pemerintah Kabupaten Bone terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah bersama Porprov Sulsel XVIII.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, memimpin rapat persiapan pelaksanaan Porprov Sulsel XVIII di Kabupaten Bone, Jumat (3/7/2026).
Rapat dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bone Andi Akbar, serta seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan venue pertandingan, akomodasi kontingen, transportasi, pelayanan kesehatan, kebersihan, keamanan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah.
Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk mematangkan seluruh persiapan agar pelaksanaan Porprov Sulsel XVIII di Bone dan Wajo berlangsung aman, lancar, sukses, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.
Porprov Sulsel merupakan ajang olahraga multicabang terbesar di tingkat provinsi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.
Kompetisi ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari 24 kabupaten dan kota, untuk memperebutkan medali sekaligus menjadi ajang seleksi atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Cabang Olahraga di Kabupaten Wajo (25 Cabor)
Cabang Olahraga di Kabupaten Bone (22 Cabor)
Total cabor: 47, terdiri atas 25 cabang olahraga di Kabupaten Wajo dan 22 cabang olahraga di Kabupaten Bone sebagai tuan rumah bersama. (*)