TRIBUNMANADO.CO.ID - Musim penerimaan siswa baru tiba.
Orang tua siswa di Kota Manado, provinsi Sulut, musti merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli perlengkapan
sekolah anaknya.
Komponen biaya terbesar adalah seragam sekolah.
Penelusuran Tribunmanado.com, orang tua musti mengeluarkan biaya sekira Rp 1 hingga 2 jutaan untuk perlengkapan sekolah sang buah hati.
Esther warga Malalayang yang ditemui Tribunmanado di Pasar 45 Manado, Jumat (3/7/2026) sore, mengaku pengeluarannya untuk perlengkapan sekolah sang anak yang baru masuk SD mencapai Rp 1 juta.
"Capai satu juta lebih," katanya.
Ia merinci pengeluaran itu.
Baju seragam Rp 280 ribu untuk dua potong.
Lalu baju Pramuka Rp 160 ribu.
"Kemudian baju olahraga, tas, sepatu, ikat pinggang, buku dan lainnya, total capai satu juta," katanya.
Senada dengan Buffer.
Menurut dia, sang keponakan baru masuk sekolah.
Orang tuanya dibuat pusing dengan biaya perlengkapan sekolah sang anak.
"Biayanya kira kira Rp 1 juta," kata dia.
Menurut dia, perlengkapan umumnya dibeli di toko.
Namun ada pula yang dibeli di sekolah.
"Dibeli di koperasi sekolah," katanya.
Seragam sekolah laku keras di Pasar 45 Manado, Sulut.
Hal ini dikarenakan musim penerimaan siswa baru telah tiba.
Amatan Tribunmanado, Kamis (2/7/2026) sore, lapak penjual seragam sekolah di depan Golden Swalayan, Pasar 45, Manado, Sulut, ramai diserbu pembeli.
Kebanyakan pembeli adalah ibu-ibu.
Mereka datang membawa anak anak mereka.
Masye seorang penjual mengakui pembelian baju seragam meningkat pesat.
"Yah ini kebanyakan anak anak yang baru akan masuk sekolah," ujar dia.
Ungkap Masye, ia bisa menjual hingga 30 potong seragam setiap hari.
Pembeli datang tak tentu waktu.
Bisa pagi, siang, sore dan malam.
Ia menuturkan, baju seragam SD dijual Rp 140 ribu.
Untuk SMP dijual Rp 160 ribu.
"Sedang untuk SMA kami jual Rp 175 ribu," katanya.
Dikatakannya baju Pramuka ia jual lebih mahal.
Untuk SD harganya mencapai Rp 160 ribu.
Dia memprediksi penjualan masih akan ramai hingga pekan depan. (Art)