BYD Target 100 Jaringan Diler dan Perkuat Pasar Kendaraan Listrik Surabaya
Titis Jati Permata July 03, 2026 04:05 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia melalui penyelenggaraan BYD Tech Culture Festival (TCF) 2026 di Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli 2026.

Ajang ini menjadi sarana edukasi teknologi sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat untuk merasakan performa kendaraan listrik dan teknologi Dual Mode (DM) milik BYD.

Salah satu daya tarik utama dalam gelaran tersebut adalah sesi Extreme Test Drive menggunakan BYD Denza B5 Dual Mode.

Lintasi Tiga Lintasan Ekstrem

Pengunjung diajak melewati tiga lintasan ekstrem yang dirancang untuk menguji kemampuan kendaraan dalam berbagai kondisi.

Lintasan pertama berupa tanjakan berbentuk setengah lingkaran yang membuat posisi kendaraan menukik hingga sekitar 45 derajat. 

Baca juga: Bukan Mobil Listrik Tapi SUV Hyundai Curi Perhatian, Penjualan Creta N Line Ciamik di Surabaya

Sebelum memasuki rintangan tersebut, sistem suspensi kendaraan secara otomatis dinaikkan hingga 308 milimeter sehingga mobil dapat melewati hambatan dengan mulus tanpa menyentuh bagian bawah kendaraan.

Setelah itu, kendaraan melintasi lintasan jungkat-jungkit sebelum menghadapi obstacle terakhir berupa lintasan melengkung dengan kemiringan mendekati 90 derajat.

Di tengah lintasan tersebut, sistem pengereman otomatis bekerja untuk menjaga kendaraan tetap aman meski tanpa injakan pedal rem dari pengemudi.

Surabaya Pasar Kendaraan Listrik Terbesar

Operation Director BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, mengatakan Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pasar terbesar kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.

"Kami sangat bersemangat hadir di Surabaya. Green mobility bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu kami membawa BYD Tech Culture Festival agar semakin banyak pelanggan dapat mencoba sendiri bagaimana teknologi BYD mampu memberikan solusi mobilitas yang lebih baik," ujarnya saat ditemui pada hari kedua penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest, Jumat (3/7/2026).

Nathan mengatakan meningkatnya harga energi membuat masyarakat membutuhkan kendaraan yang lebih hemat biaya operasional, ramah lingkungan, namun tetap nyaman digunakan sehari-hari.

Penjualan BYD di Jawa Timur

Menurutnya, sejak hadir di Indonesia pada 2024, BYD telah membukukan penjualan lebih dari 90.000 unit. 

Khusus di Jawa Timur, lebih dari 4.400 unit kendaraan BYD telah digunakan konsumen dengan pangsa pasar sekitar 40 persen di segmen kendaraan listrik.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai sehingga teknologi Dual Mode (DM) menjadi solusi transisi menuju elektrifikasi.

"Tidak semua masyarakat siap langsung beralih ke kendaraan listrik murni. Karena itu, BYD menghadirkan teknologi Dual Mode sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi," katanya.

Selain menghadirkan pengalaman berkendara, BYD Tech Culture Fest juga menjadi ajang edukasi mengenai berbagai inovasi teknologi perusahaan, mulai dari e-Platform, Blade Battery, hingga teknologi Dual Mode yang mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar serta jarak tempuh lebih panjang.

Perluas Jaringan Penjualan dan Layanan Purnajual

Di sisi lain, BYD juga terus memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual di Indonesia.

Head of Public & Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan menargetkan memiliki lebih dari 100 jaringan diler hingga akhir 2026.

Sekitar 95 persen di antaranya akan mengusung konsep 3S (Sales, Service, Spare Parts).

"Dalam waktu lebih dari dua tahun kami telah membangun hampir 100 jaringan diler di Indonesia. Pada akhir tahun ini kami menargetkan lebih dari 100 jaringan dan lebih dari 95 persen merupakan jaringan 3S," katanya.

Kawasan Indonesia Timur Masih dalam Kajian

Menurut Luther, jaringan BYD kini telah hadir di hampir seluruh provinsi di Indonesia. 

Sementara itu, pengembangan jaringan di kawasan Indonesia timur masih dalam tahap kajian sebelum direalisasikan.

Setelah memperkuat kehadiran di berbagai kota besar, perusahaan kini mulai mengarahkan ekspansi ke kota-kota tier dua, termasuk di Jawa Timur.

"Fokus kami sekarang sudah berkomitmen ke kota-kota tier dua, bukan hanya ibu kota provinsi," ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan bisnis kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh penjualan kendaraan, tetapi juga kesiapan layanan purnajual serta ketersediaan suku cadang.

"Jaringan penjualan harus diikuti perkembangan aftersales dan spare parts yang mumpuni. Kalau tidak, keduanya tidak akan saling mendukung dalam pengembangannya," katanya.

Suku Cadang Dipasok dari China

Sementara itu, Regional Manager of After Sales BYD Indonesia, Andre Obrien, mengatakan seluruh suku cadang kendaraan BYD saat ini masih dipasok langsung dari China untuk menjaga kualitas serta mempercepat ketersediaan komponen bagi konsumen.

"Kami ingin memastikan spare part cepat tersuplai. Saat ini kami masih mengandalkan pasokan dari China karena fokus pada kualitas dan ketersediaan," ujarnya.

Andre menambahkan, BYD membuka peluang melakukan lokalisasi produksi suku cadang di Indonesia seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan jaringan diler.

Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian sehingga perusahaan tetap mengutamakan pasokan dari China agar standar kualitas layanan tetap terjaga.

Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, perusahaan berharap masyarakat tidak hanya mengenal kendaraan listrik dari sisi produk, tetapi juga memahami teknologi yang dikembangkan BYD sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.