Hotman Paris Bantu Wujudkan Keinginan Yuvita Usai Disekap dan Dianiaya Brutal 3 Tahun
Rita Lismini July 03, 2026 04:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Sebelumnya Yuvita Tri Rezeki, perempuan yang menjadi korban penganiayaan dan penyekapan selama kurang lebih 3 tahun sempat mengutarakan keinginannya saat bertemu keluarga. 

jika nanti kondisinya sudah membaik, Yuvita ingin membuka usaha kecil sebagai jalan untuk menata kembali kehidupannya. 

Seperti diketahui, kondisi Yuvita sangat memprihatinkan, matanya buta permanen, bibir digunting, kepala dibenturkan hingga bocor. 

"Dia bilang nanti kalau ada rezeki pengen membuka warung sembako, pengen dagang," ungkap adik kandung Yuvita, Syahrul Ulum, Senin (22/6/2026).

Kini keinginan tersebut disambut hangat oleh Pengacara kondang Hotman Paris bersama tim Hotman 911.

Hotman mengumumkan telah berhasil mengumpulkan dana donasi untuk korban Yuvita.

Dalam pernyataannya, Hotman menyampaikan bahwa hingga 3 Juli 2026, total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp2,5 miliar lebih. Dana tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari konglomerat hingga masyarakat umum yang ikut berdonasi dengan jumlah beragam.

“Salam Tim Hotman 911, hari ini tanggal 3 Juli 2026 sudah terkumpul uang sumbangan 2 miliar 500 juta plus plus untuk korban Yuvita,” ujar Hotman, dikutip TribunBengkulu dari Instagram pribadinya, Jumat (3/7/2026). 

Hotman menjelaskan, dana tersebut akan diprioritaskan untuk masa depan korban. Rencananya, uang donasi itu akan dimasukkan ke dalam rekening atas nama Yuvita yang akan dibuka secara resmi.

Ia juga menyebutkan bahwa korban akan dihadirkan ke Jakarta setelah kondisi kesehatannya membaik untuk proses penyerahan bantuan tersebut.

“Ini saya buka dengan syarat uang ini hanya untuk modal dia untuk masa depan yang akan diserahkan nanti langsung, ditransfer ke bank akan buka rekening atas nama dia dengan mendatangkan Yuvita ke Jakarta sesudah sehat,” lanjutnya.

Hotman menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas serta membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut membantu melalui donasi sukarela.

Kondisi Terbaru Yuvita 

Sebelumnya Yuvita sudah menyampaikan bahwa dirinya masih memiliki semangat hidup. 

Ia bahkan berharap masih bisa melihat lagi. 

Terbukti kini Yuvita (YTR) semangat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau kerap disapa KDM turut memantau langsung perkembangan kondisi YTR dan membahas rencana tim medis untuk melakukan rekonstruksi wajah korban.

Momen itu terlihat dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Rabu (1/7/2026).

Dalam video tersebut, Dedi bertemu dengan kakak, kakak ipar, serta dokter yang menangani YTR.

Ia pun menanyakan secara langsung perkembangan kesehatan korban.

Keluarga menyebut kondisi YTR kini mulai membaik karena sudah dapat berjalan, duduk, berbicara, hingga makan dengan lebih baik.

Meski demikian, korban masih harus menjalani serangkaian perawatan medis lanjutan untuk memulihkan kondisinya secara menyeluruh.

KASUS YUVITA -  Sebanyak 21 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus dugaan penyiksaan dan penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki (YTR), Kamis (2/7/2026).
KASUS YUVITA - Sebanyak 21 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus dugaan penyiksaan dan penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki (YTR), Kamis (2/7/2026). (TribunBengkulu.com/TribunJabar Muhamad Nandri Prilatama)

Sudah Bisa Jalan dan Makan

"Lebih baik, udah bisa jalan, duduk, udah bicara, udah bisa makan, kemarin minta pempek," ujar kakak ipar YTR.

Dedi lantas menanyakan soal tahapan pemulihan kesehatan YTR pada sang dokter.

Sang dokter menyebut tahap pertama pemulihan YTR adalah dengan memulihkan gizinya serta menghilangkan infeksinya.

"Sekarang rencana tahapan pemulihan kesehatannya apa saja?" tanya Dedi Mulyadi.

"Pertama tahap pemulihan gizi dan sebagainya untuk menghilangkan infeksi yang sudah bertahun-tahun, itu yang paling bahaya kalau infeksi menyebar ke seluruh darah, itu bisa menyebabkan kematian, sekarang sudah ada perbaikan, kemarin operasi dibersihkan semua luka di bagian (dahi)," ucap sang dokter.

Tahap kedua, dokter mengaku akan melakukan rekonstruksi wajah pada YTR. Namun, rekonstruksi wajah itu akan memakan waktu sekitar satu tahun lantaran dilakukan bagian per bagian wajah dan tubuh.

"Saya sudah merencanakan itu proses rekonstruksi kurang lebih 1 tahun pak," ujar dokter YTR.

"Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk merekonstruksi wajah Vita," tulis Dedi Mulyadi.

Nasib Tragis Yuvita 

Sebelumnya Yuvita mengalami penyekapan dan penyiksaan sekaligus menjadi korban kekerasan seksual selama berada di bawah kendali pelaku.

Dalam pengakuannya, Yuvita menyebut dirinya beberapa kali berusaha melarikan diri dari penyekapan yang dialaminya.

Namun setiap upaya untuk kabur justru berakhir dengan tindakan penyiksaan yang lebih berat dari pelaku.

Penderitaan yang dialami perempuan berusia 29 tahun itu tidak berhenti pada kekerasan fisik semata.

Sejumlah harta miliknya juga disebut telah dikuasai oleh Taufik selama hubungan tersebut berlangsung.

Mulai dari kendaraan pribadi, gaji yang diterimanya, hingga dana tunjangan BPJS Ketenagakerjaan disebut ikut diambil alih oleh pelaku.

Yuvita menuturkan, pada awal perkenalan Taufik tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan ataupun kasar.

Sikap pelaku saat itu bahkan terlihat biasa dan tidak menimbulkan kecurigaan dari dirinya.

Namun keadaan mulai berubah setelah hubungan mereka berjalan beberapa waktu.

Menurut pengakuannya, tindakan kekerasan mulai terjadi sekitar satu minggu hingga satu bulan setelah mereka bersama.

"Waktu awal ketemu dia baik-baik aja, cuma setelah kurang lebih satu minggu atau satu bulan, mata saya jadi rusak," kata Yuvita dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (29/6/2026).

Penglihatan Yuvita menjadi salah satu bagian yang pertama kali menjadi sasaran kekerasan pelaku.

Diduga, kondisi tersebut sengaja diciptakan agar korban semakin sulit melarikan diri dan bergantung sepenuhnya kepada pelaku.

"Selama 2 tahun ga bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat," ucapnya lagi.

Karena ketakutan, Yuvita pun mengaku tak berani melawan. Bahkan jika ia bersuara sedikit saja saat disiksa, penyiksaan akan lebih parah.

"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana," tutur dia.

Menurut dia, sang kekasih bekerja sebagai debt collector.

"Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur, kalau ikut disuruh pakai masker," katanya lagi.

Berawal dari mata, luka yang dialami Yuvita pun kini hampir seluruh badan,

"Saya sering dipukul pertama mata dulu, terus telinga, kaki sama bedog (golok). Dipaksa untuk pakai tato sama dia," ucapnya.

Selama disekap hampir tiga tahun, Yuvita mengaku hanya diberi makan satu kali.

"Kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau aku suka makan sendiri, terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena aku gak bisa lihat, jadi mau mandi gimana gitu kan," katanya.

Bahkan untuk buang air besar pun, kata dia, ia sehari-harus harus memakai pampers yang dibelikan oleh pelaku.

Yuvita pun akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh penjaga kos karena kondisi kepalanya yang semakin parah dan terus mengeluarkan cairan.

"Aku dianter ke sini sama yang punya kosan. Jadi dia tuh make motor, aku sama yang punya kosan pakai mobil (taksi online) ke sini," ucapnya.

Saat masih bekerja, kata Yuvita, sang kekasih sering memarahi atasannya.

"Hampir semua atasan aku sama dia dimarahin, jadi aku daripada gimana-gimana ya mendingan keluar aja," kata dia.

Kini semua harta benda milik Yuvita sudah habis dikuasai oleh pelaku.

"Motor, iPhone, BPJS aku, gaji, aku juga minjem kakak sebagian, semua diambil sama dia, bilangnya buat sehari-hari. Aku ikut aja, uang juga sama dia. Dia ngerokok, suka minum juga, paling aku dikasih makan sama jajan, satu kali, kadang dua kali," ucapnya.

Terkait kekerasan seksual yang dialami korban, hal itu diungkap oleh kakak iparnya, Melanie.

Saat itu Denny Sumargo menanyakan soal dugaan kekerasan seksual.

"Jelas itu, sudah pasti tidak mungkin tidak (kekerasan seksual)," ungkap Melanir.

Bahkan menurut pengakuan Yuvita, dirinya kerap disiksa jika menolak ajakan pelaku untuk berhubungan suami istri.

"Saya gak berani menanyakan, cuma kemarin kebetulan ada yang bertanya. Dia bilang 'iya, kalau saya nggak mau disiksa'," tutur Melanie.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.