Warga Keluhkan Bensin Oplosan Marak di Fakfak, Pekerja Diduga Jadi Korban 
Roifah Dzatu Azmah July 03, 2026 05:11 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bensin oplosan diduga kuat kian marak dijual di Kabupaten Fakfak Papua Barat dan telah menjadi keluhan masyarakat serta memakan korban seorang pekerja di tempat usaha penjualan bensin. 

Itu disampaikan salah satu warga yang bekerja pada sebuah bengkel, Ahmad Said di Jalan Dr Salasa Namudat Fakfak Papua Barat, Jumat (3/7/2026). 

"Kami masyarakat Kabupaten Fakfak yang hari-hari kerja di bengkel sini sudah sering mengeluh terutama yang pakai bahan bakar oplosan itu motornya semua yang datang ke sini bermasalah," tuturnya. 

Baca juga: Kapolresta Manokwari Pimpin Sertijab 7 PJU, Kompol Michael Ayomi Jadi Wakapolresta 

Ahmad Said mengatakan, masyarakat yang membawa kendaraan roda dua ke bengkel di mana ia bekerja mayoritas mengaku motornya bermasalah terutama motor injeksi. 

"Kami dapat informasi katanya bensin yang dibeli itu dioplos," tuturnya. 

Lelaki berusia muda itu menuturkan, pihaknya juga sempat membeli bensin yang dimaksud dan dugaan kuat pun diyakini ia dan rekan-rekan di bengkel bahwa bensin tersebut oplosan. 

"Awalnya kami sering beli bensin oplosan yang sebelumnya tidak diketahui tersebut, namun karena kami sudah tahu dan curiga maka sudah tidak lagi membeli," katanya. 

Ia mengemukakan, jika menggunakan bensin oplosan pada motor injeksi maka langsung terasa bunyinya aneh. 

"Kalau kita pakai di motor injeksi begitu macam  brebet brebet begitu bunyinya," ujarnya mencontohkan bunyi. 

Baca juga: Bupati Samaun Dahlan dan Fans Portugal Nobar di Fakfak, Gol Kroasia Bikin Was-was

Sebagai warga kecil, ia hanya bisa berpasrah namun berharap agar penegak hukum ataupun instansi terkait dapat mengambil sikap dan langkah tegas dalam menertibkan penjualan bensin di Kota Fakfak. 

"Seharusnya kalau sudah ditemui begitu, kedapatan yah ditindaklanjuti serius saja lah yah karena kasihan masyarakat lain yang sebelumnya tidak tahu apa-apa," katanya. 

Sementara itu, salah satu pekerja berinisial B yang diketahui telah bekerja pada sebuah tempat penjualan bensin dimaksud mengaku kepada TribunPapuaBarat.com bahwa kedua jari tangannya dan sebagian kuku rusak. 

Dugaan kuat mengarah ke infeksi kulit setelah diakuinya melakukan tindakan mencampur bensin dan minyak tanah pada ember berukuran besar untuk dijual atas perintah dari bosnya. 

"Pertama gatal-gatal dulu, lalu saya garuk dalam waktu lama akhirnya jadi begini," ujarnya.

Ia mengakui, dalam kesehariannya memang sering disuruh mencampur bensin dengan minyak tanah untuk dijual. 

"Saya juga awalnya heran dan sempat bertanya alasan mencampur bensin dengan minyak tanah ke ibu (bosnya) tetapi tidak dijawab, beliau diam-diam saja," terangnya. 

B mengaku sebagai bentuk pertanggungjawaban, bosnya di tempat kerja telah memberikannya obat namun sampai seminggu berjalan kembali menyuruh mencampur bensin dan minyak tanah. 

"Akhirnya kembali kena lagi, ini sudah yang ketiga kali baru semakin parah," bebernya. 

Ia sempat memeriksakan diri ke Apotek, serta saat ini dalam pengobatan. 

Korban juga diketahui merupakan perantau dan memiliki keterbatasan ekonomi.

Berdasarkan pengakuan dari warga, dugaan penjualan bensin oplosan ini lokasinya berada pada 3 tempat yakni tikungan Pintu masuk  Foodcourt Pujasera, samping Taman RTH Ma'ruf Amin bagian depan samping Sport Center Norten Mareh bagian depan.

Disclaimer : korban sebelumnya canggung membeberkan keluhannya namun mendapatkan dukungan penuh dari rekan-rekan sesama penjual bensin lainnya di Jalan Dr Salasa Namudat Fakfak Papua Barat untuk buka suara. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.