Rela Tak Konsums Es dan Gorengan, Debut Windi Langsung Juara I MTQH Beltim
Asmadi Pandapotan Siregar July 03, 2026 06:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Di sela-sela foto bersama usai penutupan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits Nabi (MTQH) Tingkat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) 2026, seorang anak perempuan duduk memegang sebuah Piagam Penghargaan. 

Jilbab hitam yang dikenakannya tampak serasi dengan kemeja batik hijau tua Kafilah Kecamatan Gantung. Anak perempuan itu adalah Windi Almira Ulfa (11), seorang bocah kelas 5, SDN 33 Gantung.

Hari Jumat (3/7/2026) itu menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan Windi. Untuk pertama kalinya, Windi merasakan menjadi Juara I Tilawah Quran Golongan Anak-Anak putri.

Pencapaian ini terbilang sangat luar biasa, mengingat Windi adalah seorang pendatang baru yang belum pernah mengikuti MTQ Kabupaten sebelumnya. Namun, debut perdananya langsung membuahkan hasil sempurna.

"Perasaannya ya, senang juga bisa juara," ucap Windi.

Di balik sifat pemalunya, Windi adalah seorang yang sangat khidmat saat bertilawah. Suara melengkingnya mampu membawakan nada-nada tinggi tilawah secara mulus.

Adapun bakat Windi ini tidak muncul begitu saja. Perjalanannya dimulai sejak tiga tahun lalu, tepatnya saat ia duduk di bangku kelas 3 SD. Adalah Pak Sumardianto, sosok guru mengaji di kampungnya yang pertama kali menempa dan mengasah vokal Windi dari nol.

"Belajar tilawahnya sudah dari kelas 3 SD dulu. Sekarang kan kelas 5 mau naik ke kelas 6. Belajarnya sama Pak Sumardianto," ungkap Windi.

Baca juga: Sempat Vakum karena Mondok di Klaten, Pemuda Asal Gantung Sabet Juara I MTQH Beltim 2026

Selama hampir tiga tahun, Windi secara telaten mengikuti setiap didikan Pak Sumardianto. Dari yang awalnya hanya sekadar membaca Al-Qur'an dengan tartil biasa, Windi perlahan mulai diajarkan teknik pengaturan napas dan cengkok tilawah.

Buah dari latihan panjang itu akhirnya diuji pada lomba tahun ini. Windi tidak gemetar sama sekali di hadapan dewan juri maupun peserta yang lain.

"Waktu tampil kemarin enggak ada rasa takut. Enggak deg-degan juga, kayak biasa di latihan," ungkapnya.

Seperti peserta lainnya, tentunya ada beberapa disiplin ketat yang harus Windi jalani. Satu di antaranya datang dari arahan sang ibu.

Ibu dari Windi memberikan pantangan untuk Windi selama masa persiapan, yakni menghindari konsumsi es dan makanan berminyak selama berbulan-bulan. 

"Persiapannya kemarin itu diperketat di rumah. Sama Umak (ibu) disuruh enggak boleh minum es. Enggak boleh makan makanan yang minyak-minyak, kayak gorengan. Semuanya harus dijaga biar suaranya enggak rusak pas lomba," katanya. 

Hal tersebut kini terbayar oleh status Juara I yang berhasil dibawa pulang Windi. Akan tetapi, Windi sadar juara kabupaten barulah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang.

Terlebih, LPTQ Belitung Timur telah mengumumkan bahwa para pemenang tidak langsung otomatis berangkat ke tingkat provinsi, tapi harus melewati seleksi lagi dan pemusatan latihan lebih lanjut. 

Oleh karena itu, Windi menyatakan kesiapannya untuk terus mengikuti guru dan orang tuanya, termasuk tidak dulu minum es dan gorengan demi menjaga suaranya.

"Reaksinya ya siap saja buat ikut seleksi lagi. Persiapannya mau latihan lebih giat lagi biar bisa tampil bagus," ucapnya. 

Windi pun membeberkan targetnya untuk perlombaan ke depan. 

"Targetnya nanti di provinsi insyaallah bisa juara satu juga. Penginnya bisa terus maju sampai naik ke tingkat nasional nanti," harapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.