TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kondisi terkini YTR, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh Taufik Hidayat, dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.
Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kondisi YTR kini mulai berangsur membaik.
Meski demikian, korban masih harus menjalani masa pemulihan dan belum dapat menjalani operasi karena tim medis masih menangani infeksi yang dialaminya.
Sebelumnya, YTR diduga disekap selama tiga pekan oleh Taufik Hidayat.
Selama masa penyekapan tersebut, korban juga diduga mengalami penganiayaan berat hingga mengakibatkan cacat permanen.
Kini, kabar terbaru mengenai kondisi korban disampaikan oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSHS Bandung, dr. Fitra Hergyana.
Menurutnya, perkembangan kesehatan YTR menunjukkan hasil yang cukup baik.
Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang
Korban sudah mampu duduk dan mulai melakukan aktivitas ringan selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, tim medis juga telah melakukan tindakan debridement atau pembersihan luka sebagai bagian dari persiapan sebelum operasi.
"Kemarin Pak Dirut sudah menyampaikan. Alhamdulillah pasien saat ini memang sudah bisa duduk, sudah bisa dapat beraktivitas."
"Dan juga kita kemarin sudah melaksanakan debridement atau pembersihan luka sambil dengan menunggu operasi."
"Saat ini memang sedang pemulihan dan sedang menunggu operasi," ujar Fitra, Jumat (3/7/2026).
Meski kondisi korban terus membaik, proses operasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Tim dokter masih memprioritaskan penanganan infeksi agar kondisi pasien benar-benar stabil sebelum menjalani tindakan medis lanjutan.
dr. Fitra menegaskan operasi baru akan dilaksanakan setelah infeksi yang dialami korban berhasil diatasi.
Baca juga: Sosok Mufli Budi Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Lulusan D3, S1 Tak Selesai
"Kita saat ini kan memang masih ada infeksinya. Tadi makanya kenapa steril, begitu setelah infeksinya tertangani kita langsung dilaksanakan," katanya.
Saat ini, YTR masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung.
Tim medis terus memantau perkembangan kesehatannya sembari mempersiapkan operasi yang akan dilakukan setelah kondisi korban dinyatakan cukup aman.
Selain penanganan fisik, tim medis juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis korban yang disebut masih dalam tahap pemulihan.
"Kemarin kan yang pertama adalah kita pembersihan lukanya, dari infeksi-infeksinya, dan juga pemulihan dari psikisnya. Jadi setelah itu ini baru kita ke step-by-step," ucapnya.
Fitra menjelaskan, proses operasi yang akan dijalani YTR tidak cukup dilakukan satu kali. Tim dokter akan mengevaluasi hasil operasi pertama sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Ini juga operasi ini nggak bisa sekali, perlu beberapa kali. Jadi kita melihat adalah bagaimana dari operasi yang pertama, dilihat hasilnya dulu baru sambil melihat perkembangannya semuanya secara komprehensif," katanya.
Untuk menangani YTR, RSHS membentuk tim gabungan yang melibatkan sekitar 40 dokter. Tim tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh aspek kesehatan pasien tertangani secara menyeluruh.
"Kita juga membentuk tim dokter dari Kementerian Kesehatan RSHS sekitar 40 dokter. Jadi kita betul-betul secara komprehensif penanganannya," ucapnya.
(Tribunnewsmaker.com/TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)