Nasib Bupati Om Zein Setelah Lagu Viral! Dipanggil Kemendagri, Atalia Praratya Ikut Bereaksi
Candra Isriadhi July 03, 2026 06:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polemik lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad" berbuntut panjang.

Setelah menuai kritik dari berbagai kalangan karena dinilai mengandung lirik yang merendahkan perempuan, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein kini dikabarkan dipanggil oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pemanggilan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kontroversi yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

MINTA MAAF - Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, saat menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein (Om Zein) minta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinilai menyinggung kaum perempuan.
MINTA MAAF - Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, saat menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein (Om Zein) minta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinilai menyinggung kaum perempuan. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Lagu berbahasa Sunda ciptaan Om Zein itu sebelumnya menuai sorotan luas karena dianggap memuat diksi yang tidak pantas dan mengandung unsur seksisme.

Polemik semakin meluas setelah berbagai tokoh ikut memberikan tanggapan, termasuk anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Atalia mengaku tidak menemukan alasan yang dapat membenarkan isi lirik lagu tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan.

Baca juga: Sosok Mufli Budi Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Lulusan D3, S1 Tak Selesai

"Jujur saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia Praratya di akun Instagramnya.

Atalia juga mempertanyakan pilihan kata yang digunakan Om Zein dalam lagu tersebut.

Menurutnya, sebagai seorang kepala daerah, Om Zein semestinya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat melalui karya maupun ucapannya.

Ia menilai bahasa Sunda memiliki banyak kosakata yang indah dan lebih pantas digunakan dibandingkan diksi yang memicu kontroversi.

SKANDAL PEJABAT - Anggota DPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya.
SKANDAL PEJABAT - Anggota DPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya. (Instagram/@ataliapr)

Di tengah derasnya kritik, Om Zein telah mengambil langkah dengan menghapus lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad" dari seluruh akun media sosialnya.

Selain itu, Om Zein juga memberikan penjelasan mengenai latar belakang lagu tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa lagu itu sebenarnya diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum dirinya dilantik sebagai Bupati Purwakarta pada 2025.

Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang

Menurut Om Zein, lagu tersebut dibuat sebagai bentuk refleksi pribadi sekaligus pengingat terhadap perjalanan hidupnya ketika masih muda.

Ia mengaku bersyukur dilahirkan sebagai laki-laki karena merasa pada masa mudanya belum mampu menjaga diri dengan baik.

Meski telah menyampaikan klarifikasi dan menghapus lagu tersebut, polemik yang muncul belum juga mereda.

Kontroversi ini masih menjadi perhatian publik, terlebih setelah muncul kabar mengenai pemanggilan Om Zein oleh Kemendagri sebagai buntut dari lagu yang menuai kecaman tersebut.

POLEMIK BUPATI - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam sambutannya pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025).
POLEMIK BUPATI - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam sambutannya pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025). (Dok./Diskominfo Purwakarta)

Dikutip dari KOMPAS.com pada Kamis (3/7/2026), Om Zein, panggilan akbrabnya, meminta maaf atas apa yang ia lakukan. 

Dirinya juga mengatakan akan segera berkonsultasi dengan kuasa hukumnya terkait dengan somasi yang ia terima.

Karenanya, ia akan berdiskusi dengan kuasa hukumnya.

"Kalau untuk kata-kata yang dianggap kontroversi saya minta maaf. Tapi kalau untuk somasi, karena kaitannya ini dengan somasi, saya jadi harus konsultasi dulu dengan lawyer saya," jelasnya.

Tak hanya itu, buntut dari viralnya lagu tersebut, Bupati Purwakarta dipanggil Kemendagri.

Dikutip dari Tribunnews pada Kamis (3/7/2026), Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan mengungkap bahwa pihaknya akan segera memanggil Om Zein.

Kemendagri akan meminta klarifikasi terkait dengan lagu yang menjadi kontriversi tersebut.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan diskusi internal di Kemendagri.

"Sebagai tindak lanjut, maka dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi."

"Hasil permintaan keterangan atau klarifikasi akan menentukan langkah pembinaan selanjutnya," jelasnya.

Mengenai kapan Om Zein akan dipanggil, pihaknya mengungkap bahwa Bupati Purwakarta itu akan dipanggil lusa.

Namun, tak menutup kemungkinan pemanggilan itu akan dilaksanakan 1-2 hari.

"Kita tunggu dalam satu, dua hari ini, ya," ujarnya.

(Tribunnewsmaker.com/Grid.id/Mahdiyah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.