Misteri Hilangnya KMN ENTOK dengan 20 Nelayan Lamongan, Posko Terpadu Resmi Dibentuk
Dyan Rekohadi July 03, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Polres Lamongan mendirikan posko darurat bersama tim gabungan sebagai tindakm lanjut upaya pencarian Kapal Motor Nelayan (KMN) ENTOK yang dilaporkan hilang kontak tanpa jejak sejak dilaporkan pada Rabu (1/7/2026).

Pendirian posko darurat itu bertempat di Kantor Basarnas Brondong untuk memusatkan informasi.

Langkah taktis itu diambil setelah perwakilan instansi maritim menggelar pertemuan emosional bersama seluruh keluarga awak kapal yang cemas menanti kabar taruna laut mereka.

Melalui posko itu, koordinasi lapangan dan penyaluran informasi ke pihak keluarga diharapkan bisa berjalan satu pintu tanpa hambatan.

Baca juga: BREAKING NEWS Kapal Nelayan Lamongan Hilang Kontak di Perairan Kangean Sumenep, Angkut 20 ABK

 

Misteri 20 ABK Hilang

Pembentukan posko tersebut disepakati dalam pertemuan antara keluarga awak KMN ENTOK  dengan instansi terkait yang digelar di Kantor Rukun Nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (3/7/2026).

Pertemuan dihadiri Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur, perwakilan Basarnas Lamongan, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, Dinas Perikanan Brondong, Syahbandar Perikanan, Kamladu Lamongan, Kepala Desa Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Paciran, serta keluarga awak kapal.

AKP Guntur menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami keluarga awak kapal.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berdoa agar para nelayan segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Untuk memaksimalkan koordinasi dan penyampaian informasi kepada keluarga korban, kami bersama Basarnas dan instansi terkait sepakat membentuk Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong," ujar Guntur.

Ia juga mengimbau keluarga awak kapal agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca juga: Kapal Bermuatan Ikan Terbakar di Pelabuhan Brondong, Api Berkobar Hampir 4 Jam

 

Lacak Nomor Telepon Korban


Selain membentuk posko, Satpolairud Polres Lamongan juga terus berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep dan Basarnas untuk melakukan deteksi serta pencarian kapal.

Informasi mengenai hilangnya KMN ENTOK juga telah disebarluaskan kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar perairan agar segera melapor apabila menemukan atau melihat kapal itu.

Dalam forum itu, keluarga korban dan masyarakat turut menyampaikan sejumlah masukan terkait kemungkinan lokasi keberadaan KMN ENTOK.

Keluarga awak kapal juga diminta mengumpulkan nomor telepon seluruh anak buah kapal (ABK) sebagai bahan pendukung proses pelacakan.

 

Perluas Area Pencarian


Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan upaya pencarian melalui koordinasi lintas sektor.

"Kami memastikan Polres Lamongan melalui Satpolairud terus mengoptimalkan upaya pencarian KMN ENTOK dengan memperkuat koordinasi bersama Basarnas, KSOP, PSDKP, Syahbandar, serta seluruh unsur maritim terkait, " ujarnya.

Pembentukan Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong menjadi langkah untuk memusatkan koordinasi pencarian sekaligus memudahkan penyampaian informasi kepada keluarga awak kapal," kata Hamzaid.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan maupun kapal yang beraktivitas di sekitar Perairan Kangean, Masalembu, Bawean, dan wilayah sekitarnya, agar segera melaporkan kepada petugas apabila memperoleh informasi terkait keberadaan KMN ENTOK.

"Setiap informasi akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pencarian. Kami berharap seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dan kembali dalam keadaan selamat," pungkasnya.

Baca juga: Duka Calon Manager KDKMP Asal Lamongan Alumni Unair Meninggal Dunia Saat Latihan Militer

 

Kronologi Hilang Contak KMN ENTOK

Kapal Motor Nelayan (KMN) ENTOK dilaporkan hilang kontak saat berlayar di wilayah Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. 

Petugas jaga Satpolairud Polres Lamongan menerima laporan pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Laporan disampaikan oleh Ketua Rukun Nelayan (RN) Desa Blimbing, Nur Wakhit, bersama pemilik kapal KMN ENTOK, Andik.

"Dalam laporan tersebut disebutkan, keberadaan KMN ENTOK tidak diketahui dan kapal tersebut mengalami hilang kontak setelah berangkat melaut, " kata Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Guntur melalui Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M Hamzaid, Kamis (2/7/2026).

Laporan langsung ditindaklanjuti oleh Satpolairud Polres Lamongan dengan melakukan koordinasi bersama sejumlah instansi maritim.

KMN ENTOK dengan identitas kapal GT 35 No.1163/Kd diketahui dinakhodai Siswanto (45) dengan membawa 19 anak buah kapal (ABK).

Kapal berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dengan tujuan wilayah Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Hingga saat ini, posisi kapal belum diketahui.

Padahal, dalam kondisi normal kapal motor nelayan  biasanya melaut maksimal sekitar 18 hari dan sudah kembali bersandar di PPN Brondong.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.