Dunia Diam di Tengah Israel yang Terus Gempur Lebanon Saat Perdamaian Iran-AS
Desy Selviany July 03, 2026 07:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Israel terus menggempur Lebanon di tengah kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat (AS) yang sudah berlangsung dua pekan. 

Ledakan besar kembali terjadi di Lebanon Selatan dan menghancurkan rumah-rumah warga pada Kamis (2/7/2026). 

Ledakan tersebut bahkan hingga menimbulkan ledakan api berbentuk jamur yang bertanda besarnya ledakan. 

Di tengah ledakan di Lebanon, dunia pun terkesan diam. Tidak ada kecaman dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bahkan tidak dimuat media internasional dari Eropa atau Amerika. 

Hanya Anadolu Ajansi media asal Turki yang mengabarkan ledakan-ledakan tersebut. 

Dimuat media yang berkantor di Ankara itu, pasukan Israel melakukan serangan udara dan penghancuran rumah-rumah di Lebanon selatan pada hari Kamis (2/7/2026).

Ledakan ini terjadi meskipun ada kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani pekan lalu antara Beirut dan Tel Aviv untuk penarikan bertahap pasukan Israel.

Di distrik Bint Jbeil, pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara ke kota Braashit, meskipun belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan material.

Pasukan Israel juga melakukan apa yang digambarkan NNA sebagai operasi penghancuran brutal yang menargetkan beberapa rumah di kota Hadatha.

Baca juga: Kenapa Pemimpin Iran Baru Dikuburkan Setelah 4 Bulan Meninggal Dunia?

Selain itu ledakan besar lainnya dilaporkan terjadi di dekat kota Kounine dan Tayri di distrik yang sama.

Di Tyre, pesawat nirawak pengintai Israel terlihat terbang rendah di atas kota Tyre dan daerah sekitarnya.

Tentara Israel tidak segera berkomentar tentang serangan atau operasi penghancuran tersebut. Tidak ada laporan dari media-media barat terkait ledakan ini. 

Padahal biasanya, Israel kerap mengabarkan di X apabila habis melakukan serangan ke Lebanon yang menewaskan warga sipil sekalipun.

Serangan-serangan itu terjadi meskipun ada perjanjian kerangka kerja yang disponsori AS yang ditandatangani pada 26 Juni antara Lebanon dan Israel.

Dalam kerangka kerja tersebut, berisi penarikan bertahap pasukan IDF dari seluruh wilayah Lebanon, dimulai dengan dua zona percontohan yang tidak ditentukan.

Menurut angka resmi terbaru Lebanon, serangan Israel terhadap negara itu sejak 2 Maret telah menewaskan 4.298 orang dan melukai 12.196 lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.