WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI - Peristiwa arogan oknum Perwira Polri yang menjabat sebagai Kepala Pos Polisi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur Ipda Abdul Basit mencuri perhatian publik sejak Kamis (2/7/2026) kemarin.
Asisten Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Fahrudin menjelaskan, video viral yang beredar di sosial media karena terjadi salah paham antara Ipda Abdul Basit dengan pedagang.
Fahrudin mengatakan, petugas kepolisian tersebut ketika itu sedang patroli rutin bersama pihak keamanan pasar.
"Petutas keamanan yang memang tugasnya buat penertiban untuk selasar, pada pagi itu mengajak Pak Basit selaku Kapospol, untuk mendampingi," katanya, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Kasus Penyekapan Pekerja Percetakan di Senen Jakpus Masuk Babak Baru, Tujuh Orang Jadi Tersangka
Proses patroli berjalan dan saat berada di sekitar lapak milik Sutrisno, petugas menemukan pedagang menjajakan barangnya melebihi batas.
Pihak keamanan sudah meminta kepada pedagang tersebut untuk sedikit mundur lapaknya agar tidak menghalangi pejalan kaki dan pegawai yang bawa troli.
"Ditertibinlah sama security. Pada saat itu memang ada Pak Basit, Kapospol mendampingi. Jadi sebenarnya ya pendamping. Cuman karena ada yang pedagang yang sedikit tidak terima atau gimana karena dia ini, mungkin cara penyampaiannya sih (si Basit)," ungkap Fahrudin.
Atas dasar itu, pedagang bernama Sutrisno berupaya ingin merekam aksi yang dinilai sangat arogan dan tak bisa diterima di hati.
Ketika sedang direkam, Ipda Basit langsung ingin merebut Hp milik Sutrisno dan terjadi perdebatan di lokasi.
"Memang itu udah kegiatan rutin dari petugas setiap harinya, setiap paginya. Untuk selasar itu biar rapi, biar kenyamanan pengunjung sama pedagang lalu lalang bisa lewat gitu," tuturnya.
Fahrudin menambahkan, kedua belah pihak sudah bertemu dan sepakat berdamai dengan hitam di atas putih.
Dalam pertemuan itu, Ipda Basit dan Sutrisno saling memaafkan demi keberlangsungan pasar yang lebih baik lagi.
"Pak Basit juga mungkin emosional, si pedagang kalau saja sesuai aturan si pedagang tidak melewati batas itu, ya mungkin kejadian ini enggak terjadi. Pak Basit juga mengakui kesalahan mungkin dia terlalu (emosi), kita enggak tahu emosionalnya itu tiba-tiba refleks aja gitu. Refleks aja dia berucap seperti itu karena divideoin tadi," tandasnya.
Sebelumnya, Perwira polisi yang melakukan aksi arogan kepada pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur ternyata menjabat sebagai Kepala Pos Polisi setempat.
Oknum polisi tersebut diketahui bernama Ipda Abdul Basit dan pedagang mengaku sudah resah dengan aksi intimidasi tersebut.
Saat dikonfirmasi, Ipda Abdul Basit membantah dirinya melakukan aksi intimidasi kepada pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
"Jadi saya hanya kasih masukan ke dia (Sutrisno) saja," kata Basit bantah arogan melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2026). (m26)