Bulog Tambah Gudang 3.500 Ton, Ketua Komisi IV DPR Titiek Tekankan Pentingnya Jaga Kualitas Beras
Seno Tri Sulistiyono July 03, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gudang Komoditas Pangan (GKP) Perum Bulog kapasitas 3.500 ton di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah diresmikan pada Jumat (3/7/2026).

Dengan tambahan kapasitas simpan sebesar 3.500 ton, Bulog semakin memiliki kemampuan untuk mengelola stok komoditas pangan secara lebih optimal, menjaga kualitas hasil panen, serta mendukung kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto saat peresmian menyampaikan, menekankan pentingnya pengelolaan stok yang baik agar kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Baca juga: Pemerintah Minta Ketahanan Pangan Tak Dibenturkan dengan Murahnya Harga Impor

“Komisi IV tentu mendukung program-program Perum BULOG, sepanjang terus berpihak dan memberikan manfaat bagi petani. Kami juga mengapresiasi BULOG karena stok yang tersedia mencukupi dan kualitasnya baik,” ujar Titiek.

Menurutnya, perputaran stok beras di GKP Banjarbaru relatif cepat, dengan masa simpan paling lama sekitar empat bulan, sehingga beras dari petani dapat segera diproses dan kembali disalurkan ke pasar.

“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan dan penguatan gudang ini, kapasitas penyimpanan beras dapat semakin meningkat, dengan kualitas yang juga semakin baik,” tambah Titiek.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan peresmian GKP Banjarbaru menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan pangan nasional, khususnya dari sisi infrastruktur penyimpanan.

Ia menjelaskan, pembangunan gudang di Landasan Ulin merupakan bagian dari realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dari total dana PMN sebesar Rp2 triliun, Perum BULOG telah mengawal 81 proyek penguatan infrastruktur pangan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, realisasi fisik mencapai 95,7 persen. Proyek tersebut mencakup pembangunan Sentra Penggilingan Padi, Sentra Pengolahan Beras, hingga Sentra Pengeringan Jagung yang menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu ke hilir.

“Langkah penguatan infrastruktur pangan ini akan terus kami lanjutkan sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia. Perum BULOG berkomitmen memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan stok, distribusi, dan ketahanan pangan nasional,” tambah Ahmad Rizal.

Melalui pembangunan GKP Banjarbaru, Perum BULOG terus memperkuat perannya sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan, mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi stok pangan di daerah.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.