- Kapten Timnas Kroasia, Luka Modric, melihat perjalanan timnya di Piala Dunia 2026 berakhir secara dramatis usai kalah dari Timnas Portugal di babak 32 besar.
Bermain di Stadion Toronto, Ontario, Kanada, Jumat (3/7/2026) pagi WIB, Timnas Kroasia kalah tipis dengan skor 1-2.
Ivan Perisic membawa Kroasia unggul pada menit ke-53 sebelum dibalas oleh sepakan penalti Cristiano Ronaldo di menit ke-68.
Nikola Vlasic dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap Renato Viega di dalam kotak penalti setelah tinjauan VAR.
Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan Portugal di masa injury time memanfaatkan umpan rekan setimnya di AC Milan, Rafael Leao.
Kroasia sejatinya sempat mencetak gol di menit-menit akhir lewat Josko Gvardiol, namun dianulir karena Mario Pasalic dianggap offside.
Pasalic masih berada dalam posisi onside saat Ivan Perisic mengirim umpan silang, namun tayangan ulang menunjukkan momen yang krusial.
Striker Kroasia Igor Matanovic dianggap menyentuh bola umpan Perisic dengan sundulan tipis saat Pasalic sudah berada dalam posisi offside.
VAR menggunakan teknologi snicko, yang digunakan dalam kriket, untuk mengidentifikasi bahwa Matanovic telah menyentuh bola di udara.
Hasilnya, terjadi lonjakan pada teknologi snicko di dalam bola Adidas Trionda yang digunakan untuk Piala Dunia 2026.
Hal itu cukup untuk membuktikan bahwa Matanovic menyentuh bola, sehingga wasit membatalkan gol tersebut.
Seusai pertandingan, pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan bahwa ini mungkin penampilan terakhir Luka Modric di Piala Dunia.
"Ini mungkin Piala Dunia terakhirnya, dan saya menyesal bahwa itu berakhir seperti ini," kata Dalic, dikutip SuperBall.id dari ESPN.
"Dia telah menunjukkan kualitas dan karakternya, dan tentu saja dia memimpin Kroasia hingga akhir," tambahnya.
Di usia 40 tahun, pemain yang musim lalu membela AC Milan itu masih memberikan kontribusi besar bagi timnya.
Ia mencatat 66 sentuhan, menyelesaikan tiga tekel, dan memberikan dua umpan silang berbahaya di babak kedua melawan Portugal.
Berbicara kepada wartawan setelah pertandingan, Modric mengakui ada perbedaan performa dari timnya dalam dua babak.
"Kita bisa melihat pertandingan ini dalam dua bagian, di babak pertama kami tidak berada pada level terbaik kami, kami cukup bertahan, tetapi di babak kedua kami memainkan permainan yang fenomenal."
“Itu salah satu pertandingan terbaik kami. Kami sebenarnya bisa menyelesaikannya lebih cepat, tetapi kami tidak berhasil."
"Sulit untuk mengatakan apa yang cerdas setelah pertandingan, saya tidak ingin mengatakan sesuatu yang salah."
"Kita bisa bangga dengan cara kita bermain di babak kedua, kita pantas mendapatkan lebih, tetapi sederhananya, sepak bola memang seperti itu," ucapnya.
Lebih lanjut, Modric juga mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan VAR yang merugikan timnya sebanyak dua kali.
Terlepas dari kritiknya soal penggunaan VAR, Modric mengaku bangga dengan permainan timnya di laga melawan Portugal.
"Kita bisa bangga dengan cara kita bermain, cara kita berjuang, cara kita mewakili Kroasia, terutama di babak kedua."
"Itulah Kroasia yang dikenal semua orang, mengapa kita begitu dihormati dan dicintai di dunia."
(*)
VP: RAMA(MAGANG)
# Luka Modric # portugal # Piala Dunia 2026 # kroasia