Paroki Ili Dikunjungi Peserta NYD, Tokoh Masyarakat Kokowahor Bangga
Nofri Fuka July 03, 2026 07:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Tokoh masyarakat Kampung Ili, Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan peserta Nusra Youth Day (NYD) III ke Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Ili, Jumat (3/7/2026).

Sebanyak ratusan peserta NYD bersama Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta para imam, hadir dan disambut hangat oleh umat serta Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Ili.

Kedatangan peserta disambut dengan sapaan adat, pengalungan selendang, serta pemberkatan oleh RD. Florianus Goleng. Suasana semakin meriah dengan tarian tradisional Papak dan iringan musik Gong Waning. 

Para peserta juga disuguhi kuliner lokal seperti ubi roset, sayur daun singkong, ikan teri saus tomat, serta olahan pisang dan ubi.

 

Baca juga: OMK 9 Keuskupan se-Nusra dan Bali Kunjungi Situs-situs Rohani Bersejarah di Maumere 

 

 

Tokoh masyarakat Kampung Ili, Herman Yosep, mengatakan kunjungan peserta NYD menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Paroki Ili sebagai salah satu paroki tertua di wilayah Maumere.

“Dengan kehadiran mereka ini bisa bercerita kepada orang lain, bahwa di Keuskupan Maumere ada paroki tua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Paroki Ili berdiri sejak 1921 dan kini telah berusia 105 tahun, sementara Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus dibangun pada 1941 dan rampung pada 1942. 

Gereja tersebut merupakan salah satu bangunan bersejarah dengan perpaduan arsitektur khas, termasuk dinding batu dan ornamen kaca bernuansa klasik.

Selain menjadi lokasi kunjungan rohani, kegiatan NYD di Paroki Ili juga mempererat hubungan budaya dan iman antara peserta dengan umat setempat melalui berbagai pertunjukan seni dan tradisi lokal.

Kunjungi Beberapa Situs Rohani 

Untuk diketahui, dalam ziarah kreatif ini, peserta mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual mendalam. 

Kelompok pertama menuju Taman Doa Maria Bunda Segala Bangsa di Desa Wuliwutik, serta Gereja Tua Sikka bangunan bersejarah dari tahun 1896 yang arsitekturnya mengadopsi desain Katedral Jakarta. 

Perjalanan berlanjut ke Wisung Fatima Lela, pusat pelayanan rohani di wilayah Lela. Rangkaian ditutup Misa yang dipimpin Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro, disusul sesi "Ngopi" (Ngobrol Pintar).
 
Kelompok kedua mengunjungi Replika Kota Betlehem di Nele yang terletak di perbukitan, serta Gereja Paroki Ili. Puncak ziarah di kelompok ini adalah situs Watu Krus (Batu Salib) di Bola, tempat di mana jejak sejarah kedatangan bangsa Portugis dan awal penyebaran iman Katolik di wilayah ini. 

Kegiatan ditutup dengan dialog bersama Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus dan Misa di Gereja Paroki Bola.

Kelompok ketiga bergerak ke sisi utara Sikka mengunjungi Patung Kristus Raja Maumere, situs ikonik yang diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1989. 

Rombongan juga menyambangi Gua Maria Watu Ewa di Magepanda. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.