Ziarah Kreatif Peserta NYD di Watu Krus, Camat Bola: Desa Watu Krus Belum Sempurna
Nofri Fuka July 03, 2026 08:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Perjalanan peserta Nusra Youth Day (NYD) III menuju situs rohani Watu Krus di Paroki Bola, Kabupaten Sikka, diwarnai kondisi jalan rusak di sejumlah titik ruas Waipare–Bola dalam agenda ziarah kreatif, Jumat (3/7/2026).

Sejumlah titik kerusakan parah ditemukan, di antaranya di kawasan Tada Gahar, Kecamatan Kangae, dengan kondisi aspal terkelupas dan lubang jalan cukup dalam. 

Kerusakan serupa juga terlihat di Kampung Rohot, Desa Wolokoli, Kecamatan Bola, yang menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta NYD. Dengan penuh iman dan tekad, rombongan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di situs Watu Krus (Batu Salib) sebuah lokasi bersejarah berupa batu karang yang tertancap salib kayu di pesisir selatan Sikka.

 

Baca juga: Paroki Ili Dikunjungi Peserta NYD, Tokoh Masyarakat Kokowahor Bangga

 

 

Kedatangan peserta disambut hangat oleh Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Watu Krus dan umat setempat yang turut menyemarakkan suasana kunjungan rohani tersebut. 

Turut hadir dalam rombongan Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta para imam.

Dalam sambutannya, Camat Bola, Charolus Luanga Saka, S.IP., M.Tr.I.P, mengakui bahwa Desa Watu Krus masih jauh dari kata sempurna. 

Ia menyebut masih terdapat berbagai keterbatasan, mulai dari kondisi jalan, jaringan komunikasi yang tidak stabil, hingga fasilitas dasar seperti air bersih dan toilet.

“Tetapi, itulah wajah kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan dalam penyambutan peserta NYD. Menurutnya, kehadiran orang muda Katolik diharapkan dapat menjadi pembawa perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.

“Bawalah kenangan bahwa OMK adalah agen perubahan yang membawa warna dalam kehidupan bermasyarakat di mana pun berada,” katanya.

Camat Charolus juga mengajak kaum muda untuk berani mewartakan kebenaran serta membawa pesan perdamaian di tengah situasi dunia yang penuh tantangan, termasuk isu ekonomi dan konflik global.

Kegiatan ziarah kreatif ini menjadi bagian dari rangkaian NYD III di Keuskupan Maumere yang turut diikuti Uskup Labuan Bajo, perwakilan KWI dan para imam. 

Kunjungi Beberapa Situs Rohani 

Untuk diketahui, dalam ziarah kreatif ini, peserta mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual mendalam. 

Kelompok pertama menuju Taman Doa Maria Bunda Segala Bangsa di Desa Wuliwutik, serta Gereja Tua Sikka bangunan bersejarah dari tahun 1896 yang arsitekturnya mengadopsi desain Katedral Jakarta. 

Perjalanan berlanjut ke Wisung Fatima Lela, pusat pelayanan rohani di wilayah Lela. Rangkaian ditutup Misa yang dipimpin Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro, disusul sesi "Ngopi" (Ngobrol Pintar).
 
Kelompok kedua mengunjungi Replika Kota Betlehem di Nele yang terletak di perbukitan, serta Gereja Paroki Ili. Puncak ziarah di kelompok ini adalah situs Watu Krus (Batu Salib) di Bola, tempat di mana jejak sejarah kedatangan bangsa Portugis dan awal penyebaran iman Katolik di wilayah ini. 

Kegiatan ditutup dengan dialog bersama Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus dan Misa di Gereja Paroki Bola.

Kelompok ketiga bergerak ke sisi utara Sikka mengunjungi Patung Kristus Raja Maumere, situs ikonik yang diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1989. 

Rombongan juga menyambangi Gua Maria Watu Ewa di Magepanda. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden. (Moa)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.