Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan seluruh kepala Sekolah Rakyat di Indonesia mempersiapkan diri secara matang menyongsong masa transisi dari sekolah rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen yang dinilai sebagai fase krusial.

Dalam pertemuan di Sekolah Rakyat Menegah Atas (SRMA) 10 Jakarta, Jumat, dia mengatakan bahwa fase krusial ini bertepatan dengan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang memerlukan adaptasi fisik, mental, sosial, dan akademik.

"Mulai dari perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi harus dibuat secara keseluruhan. Ini adalah masa-masa yang krusial bagi semua pihak untuk saling beradaptasi," kata dia di hadapan para kepala sekolah dan perwakilan dinas sosial se-Indonesia itu.

Kementerian Sosial menjadikan manajemen perencanaan dan pengendalian tersebut wajib mencakup tiga aspek kesiapan utama di lapangan, yaitu kesiapan sarana prasarana, kesiapan komparatif siswa, serta kesiapan guru beserta tenaga pendidik.

Pada aspek prasarana, seluruh kelengkapan fasilitas penunjang seperti jaringan listrik dan pasokan air bersih dipastikan harus sudah berfungsi optimal di gedung sekolah sebelum kegiatan MPLS resmi dimulai.

Dari aspek kepesertaan, status hukum seluruh siswa baru harus sudah diputuskan melalui penetapan pleno oleh masing-masing kepala daerah, diiringi kehadiran aktif tenaga pengajar selama masa pengenalan.

Saifullah memaparkan MPLS Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 31 Juli 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan fase matrikulasi pada 3 Agustus hingga 30 September 2026.

Tujuan dari rangkaian matrikulasi tersebut menyelaraskan kesenjangan kompetensi siswa dengan kurikulum formal Sekolah Rakyat, sekaligus menumbuhkan sikap empati tanpa membedakan latar belakang sosial anak.

Guna mengantisipasi kendala operasional, ia mendorong para kepala sekolah selaku penanggung jawab utama di daerah untuk senantiasa memperkuat jalur koordinasi bersama pemerintah daerah setempat.

"Ini dilalukan karena program Sekolah Rakyat merupakan wajah nyata kehadiran negara untuk rakyat, sehingga seluruh jajaran dinas sosial dan tenaga pendidik dituntut bekerja profesional serta penuh tanggung jawab," kata dia.