TRIBUN-SULBAR.COM - Gubernur Suhardi Duka, mengatakan partai politik memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus tempat mencetak kader-kader pemimpin bangsa.
Menurutnya, PAN telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Sulawesi Barat melalui kolaborasi yang terbangun baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Baca juga: Junda Ungkap Tantangan Pertanahan di Sulbar 60 Persen dari Total Wilayah Masuk Kawasan Hutan Lindung
Baca juga: 10 Pejabat Baru di Polman Dilantik Istri Dilarang Ikut Campur Kerjaan Suami
"PAN telah memberikan perjalanan yang indah bagi daerah ini. Kader-kadernya mampu membangun kolaborasi sehingga diterima dengan baik oleh masyarakat Sulawesi Barat," ujar Suhardi Duka saat memberi sambutan pelantikan DPW PAN Sulawesi Barat di Hotel Maleo, Mamuju, Jumat (3/7/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika politik di Sulawesi Barat sangat kompetitif sehingga tidak ada partai yang dapat merasa aman hanya karena pernah meraih kemenangan pada pemilu sebelumnya.
Meski demikian, Suhardi Duka optimistis PAN Sulawesi Barat mampu mempertahankan eksistensinya di tingkat nasional di bawah kepemimpinan Ajbar Abdul Kadir.
Ia juga mengenang kedekatannya dengan PAN.
SDK mengaku dua kali maju Pilkada Mamuju diusung PAN, termasuk saat Eko Patrio datang kampanye pada 2010.
"Olehnya itu PAN sangat diterima di seluruh Sulawesi Barat. Saya sendiri dengan PAN dua kali saya bupati dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional," katanya.
Gubernur menyoroti dinamika politik di Sulbar yang menurutnya unik dan tidak stabil. Ia menyebut tidak ada partai yang bisa merasa aman di Bumi Mandar.
"Sulawesi Barat gelombangnya tidak datar, selalu bergelombang dan kadang-kadang ada badainya ikut. Olehnya itu tidak ada partai yang aman di Sulawesi Barat. Kadang-kadang yang menang di suatu pemilu dan pada akhirnya hilang di pemilu berikutnya. Itulah ciri Sulawesi Barat," tegasnya.
SDK membeberkan, saat ini hanya empat partai yang lolos ke DPR RI Dapil Sulbar: PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, dan NasDem.
"Partai-partai besar yang lain tiba-tiba menghilang jadi tidak ada jaminan. Oleh karena itu yang bisa menang di Provinsi Sulawesi Barat ini adalah orang-orang yang piawai dan orang-orang yang pandai memahami denyut nadi kehidupan masyarakat Sulawesi Barat," ucapnya.
Di hadapan Zulkifli Hasan, SDK yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar membuka peluang koalisi dengan PAN di masa depan.
Ia menyebut meski PAN tidak mengusungnya di Pilgub 2024, hubungan baik tetap terjalin dan bisa dilanjutkan.
"InsyaAllah di 2029 PAN akan kembali bersama-sama dengan saya," pungkas SDK disambut tepuk tangan ribaun kader PAN. (*)