20 Siswa SMKN 2 Kendari Dilatih Bahasa Jepang Selama 3 Bulan, Persiapan Bekerja di Luar Negeri
Sitti Nurmalasari July 03, 2026 07:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 20 siswa SMKN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebagai persiapan memasuki dunia kerja di luar negeri.

Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan SMK agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja internasional.

Ke-20 siswa yang terpilih tersebut akan menjalani pelatihan selama tiga bulan mulai 13 Juli 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari.

Mereka akan mendapat pembekalan intensif mengenai kemampuan berbahasa Jepang sekaligus pemahaman budaya kerja di negara tersebut.

Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan komunikasi dan pengenalan budaya Jepang sebagai bekal sebelum mengikuti proses seleksi kerja.

Baca juga: Cek Sekolah Masih Buka Kuota SPMB Mulai 9 Juli, Pendaftar SMA dan SMK di Sulawesi Tenggara Kurang

“SMKN 2 Kendari mendapat kesempatan mengirimkan 20 siswa untuk mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang," ujar Mustapa saat diwawancara di kantornya, Jumat (3/7/2026).

"Mereka akan dipersiapkan sebagai calon tenaga kerja yang siap bersaing di luar negeri, khususnya Jepang,” katanya menambahkan.

Ia menyampaikan, program ini merupakan inisiasi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang bertujuan membuka peluang kerja bagi lulusan SMK di luar negeri. 

Siswa dipersiapkan sebagai sumber daya manusia yang siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja apabila terdapat permintaan atau seleksi dari perusahaan di Jepang. 

Dengan bekal tersebut, peluang mereka untuk lolos dalam proses rekrutmen diharapkan semakin besar.

Baca juga: SMKN 2 Kendari Kurang Peminat, Baru 298 Pendaftar dari Kuota 720 Siswa, Buka Pengisian Kursi Kosong

“Harapannya, setelah lulus mereka bisa menjadi tenaga kerja yang diperhitungkan di tingkat internasional. Karena itu, siswa dibekali dengan kemampuan bahasa asing dan pemahaman budaya kerja agar lebih siap menghadapi persaingan global,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.