Wabup Bireuen Buka Pelatihan Inovasi Wastra Nusantara, Dorong Pengrajin Tenun dan Bordir Naik Kelas
Muhammad Hadi July 03, 2026 09:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 30 peserta yang didominasi remaja putri dan kaum ibu dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Impactful Program Bank Indonesia: Inovasi Wastra Nusantara Upskilling Fashion bagi kelompok tenun dan bordir.

Kegiatan yang berlangsung pada 3–17 Juli 2026 itu dibuka oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT, Jumat (3/7/2026).

Pelatihan menghadirkan instruktur berkompeten dan diikuti oleh dua kelompok, yakni perajin tenun dan bordir.

Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Lisma Anugerah Maulana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bank Indonesia dalam mendukung stabilitas sistem keuangan, keuangan inklusif, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ketua Dekranasda Bireuen, Sadriah SKM MKM, mengatakan pelatihan tersebut diinisiasi oleh Dekranasda Bireuen dan mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia.

"Kita ingin wastra atau kain tradisional Bireuen naik kelas. Melalui pelatihan ini kita berkomitmen mencapai beberapa target nyata," ujarnya.

Baca juga: Tiga Kelompok UMKM Bireuen Dapat Bantuan dari Bank Indonesia, Ini Rinciannya

Menurut Sadriah, target pertama adalah meningkatkan kreativitas peserta agar mampu mengombinasikan warna dan motif lokal dengan tren warna dunia.

Target kedua adalah diversifikasi produk, sehingga para perajin tidak hanya menghasilkan kain meteran, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi pakaian siap pakai (ready to wear), tas, maupun berbagai aksesori yang memiliki nilai jual tinggi.

Sementara target ketiga adalah mendorong kemandirian ekonomi kelompok tenun dan bordir agar menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Mari kita tunjukkan bahwa produk kriya dan fashion etnik Bireuen mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional," katanya.

Lahir inovasi desain baru

Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT, mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi para pengrajin saat ini adalah bagaimana mengubah kain tradisional menjadi produk fesyen modern yang nyaman digunakan dan diminati pasar, tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

"Saya berharap para peserta dapat menyerap ilmu dan teknik pembuatan pakaian siap pakai secara maksimal dari para instruktur.

Dari pelatihan ini diharapkan lahir inovasi-inovasi desain baru yang segar sehingga produk wastra Bireuen mampu bersaing di industri fashion modern," ujarnya.

Ia berharap, setelah pelatihan berakhir, kelompok UMKM fashion binaan dapat berkembang menjadi pilar ekonomi yang mandiri sekaligus mampu membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Bireuen. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.