Kapolri Naikkan Pangkat Aipda Yudhie Jadi Aiptu Anumerta, Keluarga Diberi Prioritas Masuk Polri
Pangkan Banama Putra Bangel July 03, 2026 08:19 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, yang gugur saat operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Penghargaan tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (3/7/2026).

Menurut Iwan, kenaikan pangkat luar biasa diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum yang gugur saat menjalankan tugas.

Baca juga: Terduga Pelaku Penyerangan Polisi saat Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Ditangkap

Baca juga: Gugur Saat Bertugas, Penghormatan Terakhir Kapolda dan Gubernur Kalteng tuk Aipda Yudhi Perdana

Baca juga: Hari Kedua Bareskrim Polri Bantu Pencarian 2 Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Hilang

"Untuk anggota yang meninggal, diberikan penghargaan dari pimpinan kami, Bapak Kapolri, yaitu kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya menjadi Aiptu Anumerta," ujar Iwan.

Selain kenaikan pangkat anumerta, Kapolri juga memberikan perhatian kepada keluarga almarhum.

Iwan menyebut, keluarga Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra akan memperoleh prioritas apabila ada anggota keluarga yang berminat mengikuti seleksi menjadi anggota Polri.

"Dan juga memberikan satu prioritas kepada keluarga, nanti yang mau masuk jadi Bintara Polri," katanya.

Sebelumnya, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Dalam insiden tersebut, aparat mendapat perlawanan dari sejumlah warga.

Selain menyebabkan satu anggota polisi gugur, dua personel Satresnarkoba Polres Katingan juga sempat dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Hari Kedua Bareskrim Polri Bantu Pencarian 2 Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Hilang

MENCARI - Polres Katingan masih mencari dua personel yang masih belum diketahui keberadaannya, Kamis (2/7/2026).
MENCARI - Polres Katingan masih mencari dua personel yang masih belum diketahui keberadaannya, Kamis (2/7/2026). (Istimewa)

Memasuki hari kedua pasca insiden bentrokan saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, aparat gabungan masih terus mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang belum ditemukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKalteng.com, proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Katingan dan sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian yang diduga menjadi tempat hilangnya kedua personel.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, pencarian telah berlangsung sejak Kamis (2/7/2026) dan hingga kini belum membuahkan hasil.

"Saat ini masih proses pencarian di Sungai Desa Tumbang Kalemei. Pencarian mulai dari kemarin hingga saat ini dan keduanya masih belum ditemukan," ujar Dodik, Jumat (3/7/2026).

Untuk memperkuat operasi pencarian, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sekitar 100 personel dari Satuan Brimob (Satbrimob) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). 

Selain membantu proses pencarian, personel juga melakukan penyisiran lokasi, memperketat pengamanan, serta mendukung pengungkapan perkara.

"Kami di-back up dari Polda Kalteng. Bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah ini bertujuan melakukan penyisiran, mengamankan lokasi, dan memback up pencarian anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan," katanya.

Selain dukungan dari Polda Kalteng, TribunKalteng.com juga mengonfirmasi informasi mengenai rencana keterlibatan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dalam penanganan kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Dodik membenarkan bahwa Bareskrim Polri direncanakan akan ikut memberikan dukungan.

"Rencananya ikut back up," ujarnya.

Namun, saat ditanya mengenai jumlah personel yang akan diterjunkan dari Mabes Polri, Dodik mengaku belum menerima informasi tersebut.

"Kami belum tahu," katanya.

Sebelumnya, penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7/2026) dini hari, berujung bentrokan. 

Dalam peristiwa itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas.

Sementara itu, dua personel lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam pencarian. 

Aparat juga masih memburu dua terduga bandar sabu yang diduga melarikan diri saat operasi berlangsung.

Salah Satu Terduga Pelaku Penyerangan Polisi saat Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Ditangkap

PENANGKAPAN - Satu terduga pelaku tampak dikawal sejumlah personel bersenjata lengkap saat dibawa keluar dari lokasi penangkapan di tepian Sungai Katingan, kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, Jumat (3/7/2026).
PENANGKAPAN - Satu terduga pelaku tampak dikawal sejumlah personel bersenjata lengkap saat dibawa keluar dari lokasi penangkapan di tepian Sungai Katingan, kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, Jumat (3/7/2026). (Istimewa)

Setelah menjadi buronan pascainsiden berdarah saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, seorang pria berinisial A (38) akhirnya berhasil diamankan aparat gabungan Polda Kalimantan Tengah.

Pria tersebut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan yang berujung bentrokan dan menewaskan seorang anggota polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKalteng.com, A ditangkap pada Jumat (3/7/2026) pagi di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Dokumentasi di lokasi penangkapan memperlihatkan, terduga pelaku tampak dikawal sejumlah personel bersenjata lengkap saat dibawa keluar dari lokasi penangkapan di tepian Sungai Katingan. 

Kedua tangannya berada di belakang tubuhnya saat dievakuasi menuju tempat yang lebih aman.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. 

Namun, ia menegaskan penyidik masih mendalami peran A dalam insiden penyerangan terhadap aparat.

"Benar, kami mengamankan satu orang, tapi perannya masih kami dalami. Inisialnya A," ujar Dodik saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Jumat (3/7/2026).

Dodik mengatakan, penangkapan dilakukan pada Jumat pagi di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

"Tadi pagi di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah," katanya.

Saat ditanya mengenai keterkaitan A dengan target operasi penggerebekan narkoba, AKBP Dodik Hartono menyebut pria tersebut masih memiliki hubungan keluarga.

"Ada hubungan keluarga," ucapnya.

Meski telah mengamankan satu orang, aparat masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan terhadap personel kepolisian saat operasi berlangsung.

Kapolres menegaskan, selain melanjutkan penyelidikan, pihaknya saat ini juga masih memprioritaskan pencarian dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan.

"Kami memprioritaskan untuk keselamatan anggota dulu. Kami masih memaksimalkan pencarian anggota kami dulu. Tapi untuk penyelidikan tetap berjalan," katanya.

Ia juga memastikan situasi keamanan di wilayah Desa Tumbang Kalemei dan sekitarnya saat ini dalam kondisi kondusif.

Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7/2026) dini hari, berujung bentrokan. 

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas, sementara dua anggota lainnya masih dalam pencarian. 

Polisi juga masih memburu dua terduga bandar sabu yang diduga melarikan diri saat operasi berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.