Perebutan Kursi Sekda Pekanbaru Memasuki Babak Akhir, Ami dan Ingot Dinilai Jadi Kandidat Terkuat
M Iqbal July 03, 2026 08:23 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru memasuki babak penentuan.

Setelah seluruh tahapan uji kompetensi teknis melalui manajemen talenta rampung, hasil penilaian kini telah berada ditangan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

Dari lima pejabat tinggi pratama yang mengikuti proses tersebut, perhatian banyak pihak mengarah pada dua nama yang dinilai memiliki peluang lebih besar.

Yakni Zulhelmi Arifin atau yang akrab disapa Ami dan Ingot Ahmad Hutasuhut. 

Keduanya bukan sosok baru dalam birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Mereka sama-sama pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda.

Zulhelmi Arifin saat ini menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru.

Karier birokrat yang telah lama dibangunnya membuat Ami dikenal luas di lingkungan Pemko Pekanbaru. 

Sebelum memimpin Inspektorat, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis.

Mulai dari camat hingga kepala Bapenda, Disperindag termasuk dipercaya menjadi Plt Sekda Kota Pekanbaru saat terjadi kekosongan jabatan. 

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting karena dinilai memahami koordinasi lintas organisasi perangkat daerah serta dinamika pemerintahan kota.

Di sisi lain, Ingot Ahmad Hutasuhut juga bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Saat ini ia menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru. 

Ingot juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Disperindag dan pernah juga dipercaya sebagai Plt Sekda. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pembangunan, ekonomi, serta pelayanan publik.

Rekam jejaknya dalam mengoordinasikan berbagai program strategis pemerintah menjadi nilai tambah dalam proses penilaian.

Meski demikian, persaingan tidak hanya melibatkan dua nama tersebut. Tiga pejabat lainnya yang juga mengikuti proses manajemen talenta adalah Abdul Jamal yang kini menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Firmansyah Eka Putra selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Edward Riansyah yang menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

Ketua Komite Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Pekanbaru, Syahrial Abdi, memastikan seluruh tahapan presentasi dan tes wawancara telah selesai dilaksanakan. Hasil penilaian terhadap kelima peserta pun telah diserahkan kepada Wali Kota Pekanbaru.

Syahrial yang juga menjabat sebagai Sekdaprov Riau ini menegaskan bahwa Komite Talenta hanya bertugas melakukan penilaian kompetensi melalui mekanisme manajemen talenta. Adapun keputusan akhir sepenuhnya menjadi kewenangan kepala daerah.

"Kita setor hasilnya yang lima orang itu, jadi Pak Wali Kota yang memilih. Itu tugas Pak Wali Kota. Karena manajemen talenta itu internal," kata Syahrial Abdi, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, lima pejabat tersebut mengikuti uji kompetensi teknis berupa presentasi dan wawancara yang digelar pada 24 Juni lalu.

Seluruh proses dipimpin langsung oleh Komite Talenta ASN sebagai bagian dari mekanisme pengisian jabatan Sekda secara internal.

Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan Wali Kota Agung Nugroho. Sosok yang nantinya dipilih akan memegang peran penting sebagai motor penggerak birokrasi Pemerintah Kota Pekanbaru sekaligus menjadi koordinator seluruh organisasi perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Siapa pun yang akhirnya ditetapkan, keputusan tersebut akan menandai berakhirnya persaingan lima pejabat senior untuk menduduki salah satu jabatan paling strategis di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.